Prolog

Palestina adalah salah satu kota suci bagi umat Islam. Darinya lahir banyak para utusan Allah SWT. Di sana juga terdapat masjid yang diagungkan oleh kita, umat Islam yaitu Masjid Al Aqsa. Negeri para nabi itu telah mencatatkan banyak kenangan dan sejarah bagi umat Islam sehingga pantas kiranya kalau Palestina disebut sebagai jantung umat ini. Sejarah negeri ini bisa dikatakan dimulai pada zaman nabi Musa a.s dengan pengikutnya yaitu Bani Israil. Sebelum dipimpin oleh nabi Musa as, Bani Israil adalah kaum yang terjajah dan dijadikan budak oleh penguasa Mesir yang disebut dengan Fir’aun. Mereka menjadi bangsa yang terpinggirkan dan martabatnya direndahkan. Mereka mendapatkan siksaan, penindasan, bahkan anak laki-laki mereka dibunuh sedangkan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Qashash ayat 4;

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S. Al Qashash; 4)

Dibawah penguasaan Fir’aun, orang-orang Israel benar-benar telah merasakan kejahatan yang sangat. Fir’aun menganggap mereka hanyalah sebagai budak atau binatang saja. Ditengah-tengah penindasan yang dialami, dibawah ancaman penguasa Mesir yang menimbulkan ketakutan yang amat sangat, maka Allah menolong Bani Israil dengan mengutus nabinya Musa as dan Harun as. Allah SWT mengutus nabi Musa as dan Harun as, untuk mengajak mereka ke jalan Allah, meninggikan martabat mereka, dan sekaligus mendakwahkan Fi’aun untuk kembali pada kebenaran. Allah berfirman dalam kitab Al Qur’an surat Thohaa ayat 47;

“Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah: “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk”. (Q.S. Thohaa ; 47)

Tanpa putus asa dari rahmat Allah dan hanya mengharapkan ridho Allah-Nya, Musa dan Harun tak henti-henti mendakwahi Fir’aun dan membela bangsa Israel. Berbagai cara ditempuh dan bermacam rintangan harus dilewati. Namun sebagai nabi Allah, mereka tak pernah gentar sekalipun terhadap Fir’aun. Para utusan Allah itu mengawali dakwahnya dengan perkataan yang lemah lembut kepada Fir’aun. Mereka menjelaskan tentang keberadaan Allah, Tuhan yang sebenarnya dan mengajak untuk menyembah-Nya serta untuk tidak berbuat kerusakan seperti yang dilakukan Fir’aun selama ini. Akan tetapi, perkataan para utusan yang mulia ini tidak didengarkan oleh Fir’aun bahkan mereka menentangnya dengan pertentangan yang luar biasa. Dan lebih gila lagi, egonya Fir’aun memuncak dengan mengatakan bahwa dia adalah Tuhan. Fir’aun benar-benar telah melampaui batas dengan mendustakan seruan Musa dan saudaranya Harun untuk menyembah Allah semata. Bahkan ia menantang untuk melihat Allah dengan mendirikan bangunan yang tinggi. Penentangan Fir’aun ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al Qashash ayat 28;

“Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta’”. (Q.S. Al Qashash;38)

Meski mendapat penentangan seperti itu, Musa tidak pernah menyerah. Argument-argumen yang disampaikan oleh Fir’aun dapat dipatahkan Musa yang dibantu oleh saudaranya, nabi Harun. Sehingga sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi Fir’aun untuk menolak kebenaran. Tetapi ego yang dimiliki Fir’aun telah terlanjur menjadi-jadi. Nafsunya telah memuncak dan menguasai dirinya. Kemudian tindakan Fir’aun tidak hanya sebatas pada penentangan saja. Ia memanggil para tukang sihirnya untuk ikut melawan Musa. Namun atas pertolongan Allah, Musa dapat mengalahkan tipu daya para tukang sihir Fir’aun itu. Tidak cukup sampai disitu, Fir’aun bertindak lebih jauh lagi untuk menghalangi Musa dan kemerdekaan pengikutnya, bangsa Israel. Fir’aun ingin tetap menindas Musa dan bangsa Israel di negeri Mesir bahkan kalau bisa ia hendak membunuhnya. Kemudian Allah memerintahkan Musa as dan bani Israel untuk hijrah dari negeri Mesir itu. Allah berfirman dalam kitab Al Qur’an surat Asy Syu’araa ayat 52;

“Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”. (Q.S. Asy Syu’araa; 52)

Tapi lagi-lagi kebencian yang terlalu yang dimiliki Fir’aun membuatnya tetap mengejar Musa dan kaumnya dengan tujuan untuk membunuhnya. Fir’aun dan pasukannya menyusul Musa dan kaumnya hingga sampai pada suatu laut. Dan di laut Merah inilah ternyata Fir’aun menemui ajalnya sebagaimana yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Dengan seizin-Nya, Musa dapat membawa bani Israel melintasi laut Merah dengan membelahnya. Dan atas izin-Nya pula Musa dapat menutup laut Merah kembali setelah sampai di daratan yang ditujunya, sedangkan Fir’aun dan pasukannya berada di tengah-tengah lautan tersebut. Kekejaman dan pembangkangan Fir’aun harus berakhir ditengah lautan itu karena Allah menenggelamkannya bersama pasukannya.

“Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka”. (Q.S Thohaa; 78)

Setelah Allah memenangkan Musa dan bani Israel atas Fir’aun, maka mereka diperintahkan untuk memasuki sebuah negeri yang bernama Palestina. Mereka diperintahkan untuk merebutnya dari para penduduk Palestina yang tidak mengenal Allah. Dan mereka dijanjikan kemenangan bila mau berusaha berperang merebutnya.

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”. (Q.S. Al Maidah; 21)

Musa as telah menyuruh bani Israel untuk memasuki negeri Palestina atas perintah Allah SWT. Mereka dijanjikan kemenangan oleh pemilik bumi dan langit jika mereka mau merebut tanah itu dalam keadaan bertakwa. Dan jika mereka mau menuruti perintah Allah itu, maka mereka akan diliputi keberuntungan. Namun bani Israel itu mulai menampakkan pembangkangannya terhadap perintah Allah. Mereka menjadi orang-orang fasik yang menolak untuk memasuki Palestina karena takut akan para penghuninya. Bahkan mereka berani menyuruh Musa dan Allah untuk merebut wilayah itu, sementara mereka hendak menunggu dengan duduk santai di luarnya. Hari demi hari tahun demi tahun, pembangkangan bani Israel semakin terlihat jelas dan melampaui batas. Mereka banyak bertanya tentang perintah Allah untuk menghindar darinya, meminta sesuatu yang seharusnya tidak dipinta, dan bahkan mereka tidak takut untuk merubah kitab suci mereka sendiri, kita Taurat. Akhirnya mereka pun semakin jauh dari petunjuk Allah. Mereka terombang-ambing dalam kedurhakaan, padahal mereka mengerti dan mengetahui. Dan sebagai akibat perbuatan mereka sendiri, mereka tidak memiliki tanah untuk berpijak. Mereka hidup berserakan di negeri-negeri orang.

Adalah tokoh mereka yang bernama Theodore Hertlz yang menghimpun orang-orang Yahudi (bangsa Israel atau keturunan) untuk kembali kepada sifat kefanatikan ras mereka dan untuk merebut tanah Palestina serta menjadikannya sebagai negara Israel Raya. Mereka beralasan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh Allah untuk mereka. Padahal mereka tahu bahwa janji itu adalah masa lalu dan sudah tak berlaku lagi bagi mereka karena mereka menolak merebutnya saat diperintahkan untuk melakukannya. Kemudian mereka mengadakan pertemuan untuk mewujudkan cita-cita itu. Pertemuan itu diadakan pada tahun 1897 di kota Swiss dan dihadiri oleh orang-orang Yahudi dari berbagai kalangan meski berbeda ideologi dan  profesi. Dalam pertemuan yang dikenal dengan kongres Zionis itu, mereka menyusun rencana yang bertujuan untuk merebut tanah Palestina. Dan dari negeri itu mereka ingin mendirikan negara Israel Raya yang menguasai dunia. Mereka mendirikan lembaga keuangan dan perusahaan untuk membiayai perjuangan yang mereka anggap suci itu. Mereka juga mendorong para pebisnisnya untuk menjadi penguasa bisnis di jagad raya ini apapun caranya. Tak peduli meski cara yang dilakukan adalah haram dan kotor. Maka ekonomi riba pun disuburkan, lobi-lobi bisnis dan politik di gencarkan. Dan kenyataan yang ada, usaha mereka tersebut berhasil. Merekalah yang berada dibalik runtuhnya Khilafah Islam Turki Usmani. Mereka membuat makar meruntuhkan Turki Usmani, setelah beberapa kali sebelumnya membujuk Sultan Turki Usmani untuk menyerahkan Palestina ke tangan bangsa Isreal menemui kegagalan. Sang khalifah, Sultan Abdul Hamid II selalu menolak dengan keras setiap keinginan dan bujukan Theodore Herltz dan tokoh Yahudi lainnya untuk memiliki tanah Palestina. Oleh karena itu, mereka bekerjasama dengan negara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa seperti Rusia dan Inggris untuk menghancurkan khilafah Turki Usmani.

Kemudian untuk memuluskan perjuangannya, zionis-Israel bekerjasama dengan Amerika, Inggris, dan Rusia membentuk isntitusi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jangan heran ketiga negara besar itu mau membantu Israel untuk mendirikan PBB yang tidak lain hanya alat atau kepanjangan tangan zionis-Israel. Karena penguasa yang berdiri tegak di ketiga negara itu adalah para penguasa yang dibantu oleh Zionis dalam mencapai kekuasaannya. Lalu PBB pun mulai menunjukkan keberpihakannya terhadap zionis dengan mengeluarkan resolusi No.181 tanggal 29 Nopember 1947. Resolusi tersebut memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi tiga bagian yaitu 54% untuk Yahudi, 45% untuk Arab, dan 1% untuk wilayah internasional. Kemudian pada tanggal 14 Mei 1948 bangsa Yahudi melalui pemimpinnya, David Ben-Gurion memproklamirkan terbentuknya negara Israel di atas tanah muslim, Palestina. Proklamasi negara Israel itu semakin melegitimasi mereka untuk berbuat semena-mena dan menjajah tanah Palestina yang merupakan negara muslim. Ribuan muslim Palestina dibantai, ratusan ribunya terusir dari wilayah mereka, rumah-rumah mereka pun dibumi hanguskan, lahan-lahan penghidupan mereka digusur. Kekejian ini bahkan tetap berlanjut hingga sekarang dan terlihat semakin kejam dan membabi buta. Dari tahun ke tahun, wilayah Israel semakin luas di tanah Palestina. Tentu saja mereka merebutnya dengan kekerasan dan pengusiran. Awalnya mereka mendapatkan tanah Palestina sebanyak 5% yang dihadiahi oleh Inggris. Kemudian PBB mendukung penjajahan itu dengan memberikan 54% tanah Palestina kepada Israel melalui resolusinya. Tak ada yang dapat berbuat banyak membela Palestina jika PBB telah mengeluarkan resolusinya bahkan negara-negara muslim sekalipun. Semua tunduk dan patuh kepada institusi internasional itu. Setiap resolusi yang dikeluarkan PBB selanjutnya hanyalah menguntungkan Israel semata. Palestina pun semakin tidak berkutik dan ditambah lagi Israel selalu mendapat bantuan dari sahabatnya Amerika dan Inggris. Dan kini kita terus menyaksikan kekejaman demi kekejaman bangsa Yahudi terhadap rakyat Palestina, terutama yang muslim. Pengusiran demi pengusiran mereka lakukan dengan bangga. Anak-anak Palestina bagi mereka hanyalah seperti burung-burung yang menjadi sasaran latihan tembak para tentara Israel. Bahkan sering kali mereka mengumpankan mayat-mayat anak Palestina sebagai makanan anjing-anjing mereka. Mereka juga tidak takut untuk memperkosa wanita-wanita muslimah. Bahkan mereka juga tidak iba mencungkil janin-janin tak berdosa dari perut ibu-ibu hamil. Mereka harus hidup menderita, kelaparan, mengungsi, terisolasi, dan derita-derita hebat lainnya yang tidak terperikan. Kekejaman mereka itu tak pernah berhenti hingga detik ini. Bahkan beberapa bulan silam, mereka menggemparkan dunia sekaligus menantang dengan melalukan agresi militer ke kota Gaza. Sebuah agresi militer yang membabi buta dan lebih pantas dikatakan sebagai pembantaian dan pemusnahan manusia ketimbang operasi militer belaka. Di lain sisi kita tidak perlu heran dengan perbuatan kejam mereka karena Allah telah memperingatkan kita dalam Al-Qur’an yang suci;

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah : 82)

Mereka melakukan semua kekejaman dengan congkak karena mereka tahu tak ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat dunia, apalagi PBB. Masyarakat dunia hanya bisa mengecam dan terus mengecam, termasuk negara-negara muslim yang berdekatan dengan Palestina. Bahkan diantara negara muslim itu ada yang membiarkan semua kekejaman itu terjadi. Jangankan untuk melawan tentara Israel, membuka perbatasan untuk bantuan obat dan makanan saja mereka enggan melakukannya dan harus didesak berbagai pihak. Padahal mata mereka menyaksikan Israel telah melakukan kekejaman diatas kekejaman terhadap bangsa Palestina.

Lalu apakah kekejaman, penindasan, pengusiran, dan kekejian Israel lainnya terhadap Palestina kita biarkan begitu saja. Padahal muslim Palestina adalah saudara-saudara kita yang harus kita jaga dan lindungi kehormatannya. Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda;

“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain. (Kemudian Rasulullah Saw merapatkan jari-jari tangan beliau)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka saudara-saudara kita yang harus dibela dari tangan keji dan otak pembangkang yang bernama Yahudi. Bukankah para khalifah dan amirul mukminin umat ini telah susah payah merebutnya dan mati-matian memperjuangkannya. Bahkan khilafah Turki Usmani berani mengobarkan jihad untuk membela Palestina meski sedang lemah dan sekarat. Tidakkah kita sebagai muslim rela melihat saudara-saudara kita yang ada di Palestina mengalami penderitaan yang tidak pernah berhenti. Bukankah kewajiban kita untuk membelanya dengan segala yang bisa kita lakukan untuk membelanya. Lalu bagaimana kita membela mereka. Cara-cara apa sajakah yang dapat kita lakukan untuk membebaskan Palestina dari tangan Yahudi. Atau paling tidak dapat menolong atau membantu saudara-saudara kita di Palestina. Berikut ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membebaskan dan membantu saudara-saudara kita di Palestina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: