Cara 8 – 14

8

Bayarkan zakat untuk Palestina

Allah memerintahkan setiap muslim untuk mencari rezki atau harta bagi dirinya dan keluarganya. Bahkan Allah memberikan pahala di sisi-Nya bagi orang yang mencari rezki dan menafkahkan harta itu bagi dirinya atau keluarganya. Rasulullah SAW bersabda;

“Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll)”. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Dalam riwayat imam Ahmad, Rasulullah SAW juga bersabda;

“Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla”. (HR. Ahmad)

Demikianlah Allah memberikan banyak pahala dalam setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim. Salah satu diantara kebaikan itu adalah mencari nafkah untuk diri sendiri. Walau nafkah yang dicari itu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau keluarga, Allah tetap memberikan balasan pahala bagi orang yang mencarinya. Sungguh besar nikmat Allah yang diberikan kepada seorang muslim. Lalu ketika mencari nafkah, ada orang yang diberi lebih oleh Allah dan ada juga yang diberi kurang. Ada yang dilapangkan rezkinya dan ada juga yang disempitkan sesuai dengan kehendak Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar Rum ayat 37;

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman”. (Q.S. Ar Rum; 37)

Allah telah memerintahkan seorang muslim untuk mencari rezki. Dia juga-lah yang memberikan pahala bagi seorang muslim yang mencari rezki untuk dirinya atau keluarganya karena Allah SWT. Lalu Allah juga-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezki seseorang sesuai dengan kehendak dan ilmu-Nya. Kemudian dalam harta yang didapatkan oleh seorang hamba muslim ada kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan. Suatu kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah bagi seorang muslim. Salah satu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah adalah zakat. Bahkan kewajiban zakat masuk ke dalam rukun Islam yang lima. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan kewajiban zakat. Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 56;

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat”. (Q.S. An Nuur; 56)

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an, perintah zakat selalu disandingkan dengan perintah salat. Ini mengingat betapa penting dan wajibnya menunaikan zakat. Bahkan orang-orang yang tidak mau membayar zakat harus diperangi, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh amirul mukminin Abu Bakar As Shidiq. Beliau memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat setelah wafatnya Rasulullah SAW. Kemudian Allah memberikan pahala bagi seorang muslim yang menunaikan zakat dan mengancam orang-orang yang tidak mau membayar zakat dengan siksaan yang pedih. Firman Allah Ta’ala;

“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritakanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam. Lalu, dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka. (Kemudian dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (Q.S. At-Taubah: 34-35)

Sungguh besar kewajiban zakat dan sungguh keras ancamannya bagi orang yang enggan untuk menunaikan kewajiban tersebut. Maka jangan bermain-main dengan kewajiban yang mulia ini dan mengandung banyak hikmah dan manfaat. Diantara manfaat zakat itu adalah untuk membersihkan harta yang dimiliki oleh seseorang. Zakat juga dapat berperan dalam masalah ekonomi dan sosial seperti kemiskinan, kecemburuan sosial, dan lain-lain. Kemudian Allah Yang Maha Suci juga menetapkan orang-orang yang berhak menerima zakat. Allah menetapkannya dengan ilmu-Nya dan kemuliaan yang ada pada-Nya. Tidak boleh mengurangi atau menambahkan ketetapan Allah itu tanpa adanya keterangan yang benar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 60;

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. At Taubah; 60)

Lalu apakah zakat dapat membantu saudara kita di Palestina?. Tentu saja. Zakat adalah salah satu cara yang dapat umat Islam lakukan untuk menolong saudaranya di wilayah yang sedang tertindas itu. Bukankah mereka memenuhi hak-hak sebagai orang yang menerima zakat yaitu fakir, miskin, dan orang yang sedang berjihad di jalan Allah. Apalagi ada beberapa negara muslim yang kaya raya dan rakyatnya telah makmur sehingga terkadang mereka kelebihan zakat dan tidak ada yang menerima zakat di negeri itu. Maka zakat-zakat kita dapat membantu mengatasi penderitaan muslim Palestina. Kita dapat mengatasi kefakiran yang ada di sana, begitu juga kita dapat mengatasi atau paling tidak mengurangi kemiskinan di sana. Terlebih lagi kondisi mereka sudah benar-benar parah. Terkadang untuk mengatasi rasa lapar mereka harus mengganjal perut dengan rerumputan. Meminum dari sumber-sumber air yang tak terjamin kesehatannya. Dengan zakat kita juga dapat membantu para mujahidin di Palestina dalam melawan pasukan kejam Israel. Zakat itu dapat digunakan untuk membiayai jihad di sana mulai dari operasional jihad, transportasinya, logistiknya, hingga mungkin persenjataannya. Maka sisihkanlah sebagian zakat kita untuk mereka, untuk membantu muslim Palestina, saudara kita.

9

Embargo minyak

dan gas ke Israel

Allah telah menganugerahkan bumi-bumi Islam dengan kekayaan luar biasa. Allah menganugerahkan negeri-negeri muslim dengan sumber daya alam yang melimpah ruah mulai dari minyak bumi, logam, dan gas. Jumlah kekayaan alam itu melebihi kekayaan alam yang ada di negeri-negeri kafir. Dari hasil bumi tersebut, negeri-negeri muslim yang pandai mengaturnya seperti beberapa negara Arab merasakan kecukupan darinya. Sayangnya sebagian besar negeri muslim tidak mampu mengelolanya sehingga hanya menjadi korban keserakahan negara-negara kafir. Jengkal demi jengkal tanah yang mengandung sumber daya alam dikeruk. Jutaan ton emas dan milyaran barel minyak disedot oleh negara-negara kafir. Sehingga yang terjadi adalah penjajahan ekonomi yang membuat negeri-negeri muslim semakin sekarat. Namun, adalah rahmat Allah yang masih memberikan anugrah besar kepada negeri-negeri muslim dengan kekayaan alam seperti minyak dan gas yang ada di negeri-negeri Arab muslim.

Namun sayangnya meski negara-negara muslim kaya akan minyak, potensi itu tidak dapat digunakan untuk menolong saudaranya, Palestina. Mereka menikmati anugerah dan titipan Allah itu hanya untuk keperluan pribadi para penguasanya. Seharusnya dengan potensi itu, negara-negara muslim dapat memainkan perannya lebih besar lagi dalam menekan bangsa Irael sehingga mau menghentikan penjajahannya kepada rakyat Palestina. Atau dengan kata lain negara-negara muslim itu harus melakukan embargo minyak dan gas serta sumber energi lain terhadap Israel dan sekutu-sekutunya. Tapi kenyataan memanglah pahit. Jangankan melakukan embargo, sedikit saja mereka tidak mau memberikan kekayaan alam itu kepada negeri saudaranya. Padahal sebelum Israel membombardir Gaza pada Desember 2008 silam, Israel menghentikan pasokan bahan baker minyak ke kota tersebut sehingga menyebabkan penutupan satu-satunya pusat pembangkit listrik di Gaza. Penderitaan ini kemudian diperparah dengan invasi militer Israel ke Gaza. Bayangkan sudah menderita dalam gelap, mereka pun harus menerima hadiah serangan dari Israel. Cahaya yang mereka dapatkan hanyalah dari nyala bom dan rudal yang justru membunuh mereka setelah cahaya itu hilang dan berganti ledakan yang menyebabkan kerusakan. Sementara itu, ada dimanakah negara-negara muslim yang kaya akan minyak. Dimanakah negara-negara muslim yang malamnya bagaikan siang, terang benderang oleh lampu-lampu besar yang memboroskan minyak. Tidak maukah mereka  memberikan sekejap cahaya kepada saudaranya di Palestina. Ironinya lagi, Mesir menjadi pemasok gas yang setia bahkan jauh dibawah harga pasar dunia kepada Israel. Allahu Akbar.

Hal di atas bertolak belakang dengan apa yang kita lihat pada hubungan orang-orang kafir yang merampas Palestina. Padahal mereka bukan berpegang pada agama yang satu, tapi mereka begitu kompak dan solid untuk membela saudara atau sekutunya bila dirugikan. Lihat saja bagaimana begitu eratnya hubungan antara Israel, Amerika, dan Inggris. Mereka saling bahu membahu dan siap menolong Israel jika negara itu dirugikan walau hanya sedikit. Bahkan ketika Israel diserang oleh Mesir dalam perang di gurun Sinai, Amerika begitu cepatnya mengirimkan bantuan kepada Israel. Negara Paman Sam itu juga sangat pemaaf dan pemurah terhadap Israel. Bayangkan ketika Israel mengebom salah satu kapal induk AS, negara yang katanya adidaya itu segera melupakan tragedi itu dengan hanya satu ucapan maaf dari Israel. Mungkin hal itu bisa dikatakan wajar mengingat banyak alasan dalam sejarah panjang masa lalu yang membuat hubungan kedua sahabat itu begitu erat dan mesra. Sejarah panjang yang membuat mereka rela berkorban satu sama lain. Dan sejarah panjang itu pula yang menyebabkan solidaritas mereka telah mendarah daging. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada umat Islam saat ini. Padahal umat Islam memiliki sejarah yang lebih panjang yang seharusnya membuat mereka menjadi solid. Umat Islam juga memiliki ikatan yang seharusnya lebih kuat daripada umat lain. Ikatan itu adalah ikatan iman dan ukhuwah Islamiyah yang selalu ditekankan oleh Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

Dalam hadist lain, Allah menjamin keselamatan seorang muslim dari api neraka bila ia menjaga kehormatan saudaranya yang lain.

“Siapa saja yang menjaga kehormatan saudaranya, Allah akan melindungi wajah mereka dari api neraka pada hari Kiamat”. (Al Tirmidzi).

Oleh karena itu, sudah sepatutnya bahkan wajib bagi negara-negara muslim untuk menolong saudaranya yang ada di Palestina dengan segala potensi kekayaan alam yang dimilikinya, seperti minyak dan gas. Negara-negara muslim yang kaya minyak harus menghentikan aliran minyaknya ke Israel dan negara sekutunya. Negara muslim yang kaya akan gas harus menyetop pasokan gasnya ke negara Israel dan juga negara sekutunya. Negara muslim harus menghentikan semua pasokan energinya ke Israel sampai mereka hengkang dari wilayah Palestina. Kalau mereka mau hidup damai dan mendirikan negara, jangan di Palestina atau wilayah muslim lain. Biarkan mereka mendirikan negara Israel Raya di kutub utara atau kutub selatan. Karena negara-negara di benua Eropa atau Amerika saja tidak mau wilayahnya digunakan untuk pendirian negara Israel Raya. Maka apatah lagi wilayah umat Islam, haram hukumnya bagi mereka mendirikan negara di wilayah umat Islam. Umat Islam harus bersatu untuk mendesak negara-negara dan para penguasanya untuk menghentikan aliran minyak dan gas ke Israel. Atau istilah bonafitnya, negara-negara muslim harus melakukan embargo minyak dan gas terhadap Israel. Ini sebagai rasa solidaritas kita sebagai saudara muslim Palestina dan salah satu cara untuk menolong dan membebaskan tanah suci Palestina.

10

Menggalang dana

untuk muslim Palestina

Selain jiwa dan raga, kita juga dapat membantu muslim Palestina melalui penggalangan dana bagi mereka. Bila kita tidak dapat berkorban jiwa dan harta, maka paling tidak kita turut membantu dalam menggalang dana untuk saudara-saudara muslim di Palestina. Karena mereka juga butuh dana supaya beban kehidupan mereka dapat teringankan. Mereka memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Dengan dana yang umat Islam kumpulkan, mereka dapat memperbaiki kembali rumah-rumah mereka yang rusak atau membangun kembali rumah-rumah yang rata dengan tanah. Mereka dapat memperbaiki dan membangun fasilitas-fasilitas yang telah hancur berantakan. Mereka pun dapat merapikan kembali kehidupan yang sempat porak poranda akibat agresi militer Israel ke Gaza.

Banyak cara untuk melakukan penggalangan dana bagi muslim Palestina. Penggalangan atau pengumpulan dana bisa dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan Islam seperti lembaga zakat, baitul maal, dan lain-lain. Pengumpulan dana itu juga dapat melalui organisasi masyarakat (ormas) Islam yang ada di setiap negara. Setiap muslim dimana pun berada dapat melakukan cara ini, baik yang ada di negara muslim ataupun non-muslim. Kemudian, penggalangan dana ini juga bisa melalui jama’ah-jama’ah Islam yang ada. Ada satu lagi perangkat kelembagaan dalam Islam yang sering terlupakan. Padahal perangkat ini sangat penting, lebih penting dari perangkat lembaga yang lain. Perangkat kelembagaan itu adalah masjid. Masjid sebagai rumah Allah dan tempat ibadah kaum muslimin juga bisa berperan dalam pengumpulan dana bagi saudara muslim di Palestina. Bahkan seharusnya masjid menjadi yang terdepan dalam hal ini. Tetapi pada kenyataannya, hanya sedikit masjid yang terkelola dengan baik dan kemudian mau berperan dalam pengumpulan dana bagi kaum muslimin di negeri para nabi. Padahal masjid memiliki momen waktu atau acara yang paling tepat untuk pengumpulan dana dalam rangka membantu muslim Palestina. Momen itu adalah shalat juma’at yang selalu rutin dilaksanakan oleh kaum muslimin. Bahkan shalat jum’at merupakan momen yang terbaik karena dapat mengumpulkan umat Islam dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada shalat di hari-hari yang lain. Karena masih banyak kaum muslimin menganggap bahwa shalat jama’ah wajib dilakukan secara berjama’ah, sedangkan shalat fardhu yang lain tidak wajib berjama’ah. Bahkan banyak diantara kaum muslimin yang hanya menunaikan shalat jum’at, sementara sehari-hari ia tidak pernah melaksanakan shalat fardhu. Jadi seperti ibadah umat Kristen atau Yahudi yang ibadahnya hanya satu minggu sekali. Tapi itulah kenyataan yang ada.

Kembali pada penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di Palestina. Perlu ada koordinasi yang baik dan tidak berpecah belah diantara umat Islam dalam melakukan salah satu cara menolong muslim Palestina ini. Bukankah batang lidi yang terikat menjadi sapu lebih kuat ketimbang hanya sebatang lidi. Bukankah pula segelas air yang kita minum dapat menyapu bersih suatu wilayah jika ia bersatu dengan jutaan gelas air minum yang lainnya. Maka sekali lagi kita harus mempunyai satu koordinasi yang baik diantara kaum muslimin. Dan kemudian kita juga berharap ada suatu progam penggalangan dana yang lebih konsisten dan jangka panjang. Karena adalah kebiasaan umat Islam jika suatu wilayah lain telah diserang habis-habisan baru kita panik dan berkoar-koar dengan lantang. Tapi setelah tragedi itu berlalu umat ini pun lupa bila saudaranya pernah dibantai. Oleh karena itu, perlu adanya penggalangan dana yang terkoordinasi dan berkepanjangan dalam rangka menolong saudara-saudara kita di Palestina. Perlu ada komunikasi yang erat dan lancar antara kaum muslimin di setiap negara mengenai penggalangan dana ini. Dan sudah saatnya kaum muslimin dari seluruh negara membentuk penggalangan dana beserta programnya yang lebih serius dan fokus untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman bangsa Yahudi. Hal ini penting agar masalah Palestina yang sesungguhnya dapat terselesaikan dengan baik dan cepat. Orang-orang Yahudi di Israel saja mereka telah memiliki pundit-pundi penggalangan dana dari saudara-saudara mereka di luar Israel. Dana yang berhasil terkumpul milyaran dolar itu mengalir setiap tahunnya ke Israel. Dan itu kemudian digunakan untuk membiayai kehidupan mereka, termasuk membiayai pembantaian rakyat Palestina. Israel mendapat aliran dana rutin itu setiap tahun sehingga mereka tidak perlu pusing-pusing memikirkan pertumbuhan ekonominya. Mereka dapat lebih fokus untuk menjalankan progam pendirian negara Israel seutuhnya dan fokus untuk menghabisi saudara-saudara kita di Palestina. Sehingga wajar jika dalam waktu singkat Israel dapat memperluas wilayahnya dan mempersempit wilayah bangsa Palestina. Seperti itu jugalah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Kaum muslimin harus rutin mengalirkan dananya kepada para mujahidin dan rakyat Palestina sehingga mereka dapat dengan fokus menjalankan program perlawanan menuju pembebasan wilayah Palestina seutuhnya dari jejak-jejak kaki bangsa Yahudi. dan supaya penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dapat benar-benar berakhir.

11

Mengirim bantuan

medis dan relawan

Tiada penderitaan selengkap yang dirasakan oleh rakyat Palestina. Bermacam penderitaan datang silih berganti mencicipi keteguhan hati mereka dalam menjalaninya sebagai ujian. Mereka telah merasakan begitu banyak penderitaan seperti kelaparan, penggusuran, pengusiran, hingga pembantaian. Mereka harus rela berhari-hari makan apa yang bisa dimakan, kehilangan rumah, mata pencaharian, dan orang-orang yang mereka cintai. Penjajahan dan serangan yang seringkali dilancarkan oleh Israel juga menyebabkan ribuan warga Palestina luka-luka dan diantaranya ada yang mengalami cacat permanen. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat membantu meringankan beban mereka yaitu mengirimkan bantuan medis ke sana. Mereka sangat membutuhkan para tim kesehatan dan obat-obatan serta perlengkapan medis lainnya setelah ribuan warga Palestina, Gaza, mengalami kehancuran kesehatan akibat agresi militer Israel. Apalagi dalam serangan itu, tentara Israel telah menggunakan bahan kimia terlarang yaitu fosfor putih. Sebagaimana dinyatakan secara resmi oleh lembaga Human Rights Watch (HRW), “Kami yakin angkatan bersenjata Israel telah menggunakan fosfor putih”[1]. Pernyataan itu juga diperkuat oleh para dokter dan tim medis lain yang berasal dari berbagai negara yang ditugaskan ke Palestina. Fosfor putih merupakan bahan kimia berbahaya yang dapat membakar tubuh manusia dari kulit hingga ke tulang. Bahkan organ-organ dalam tubuh pun bisa terbakar bila seseorang menghirupnya dalam kadar tertentu. Tentara Israel telah menggunakan fosfor putih pada bom dan rudal-rudal yang mereka luncurkan ke kota Gaza. Selain itu, mereka juga tidak segan-segan menggunakan bom curah untuk membumi hanguskan kota Gaza. Tentu saja bom curah itu juga telah dilengkapi dengan fosfor putih. Bahan itu terlihat pada cahaya dan asap yang dihasilkan dari ledakkan yang berbeda dengan bom yang tidak menggunakan fosfor putih. Serangan ke Gaza ketika itu lebih pantas dikatakan sebagai bentuk genosida atau pemusnahan etnis, dibanding serangan militer biasa. Apalagi bila dikatakan bahwa serangan militer itu hanyalah tindakan membela diri dari kelompok Hammas, sungguh tidak masuk akal.

Sebenarnya tidak hanya masalah kesehatan dan medis yang dirasakan oleh rakyat Palestina yang harus diselesaikan. Akibat dari serangan-serangan yang telah dilancarkan oleh Israel, banyak para pemuda di negeri itu yang terbunuh. Dan memang itulah salah satu sasaran utama mereka yaitu membunuh para pemuda Palestina yang berkomitmen untuk membebaskan negeri Palestina dari tangan Yahudi. Oleh karena itu, mereka membutuhkan banyak tenaga pemuda untuk membenahi kota Gaza kembali. Mereka memerlukan energi-energi tambahan saat ini untuk membangun kembali rumah-rumah mereka. Mereka butuh banyak uluran tenaga untuk mendirikan kembali fasilitas-fasilitas yang ada. Mereka butuh tenaga untuk membersihkan puing-puing yang berserakan dan kemudian menggantinya dengan bangunan-bangunan baru. Mereka memerlukan tenaga-tenaga untuk membangkitkan kembali sumber listrik. Mereka juga butuh banyak tenaga untuk menemukan kembali sumber-sumber air bersih. Mereka juga butuh banyak tenaga pengajar untuk menggantikan tenaga pengajar yang telah syahid dalam serangan militer Israel.

Adalah kewajiban kita dan setiap negara muslim untuk membantu muslim Palestina untuk mengatasi masalah-masalah di atas. Kita perlu untuk membantu mereka dengan mengirimkan bantuan medis/kesehatan dan para relawan mulai dari obat-obatan, perlengkapan medis lain, dokter, perawat, tenaga pengajar, dan relawan-relawan lainnya. Sebagai saudara seagama, umat Islam wajib untuk membantu mereka. Terkhusus bagi negara-negara muslim yang memiliki kemampuan yang lebih dari negara muslim yang lainnya. Karena kalau bukan kaum muslimin, maka siapa lagi yang akan menolong mereka. Tidak mungkin kita berharap lebih kepada orang-orang non-muslim, meski ada beberapa diantara mereka yang bersedia melakukannya atas nama kemanusiaan. Tapi umat Islam harus melakukan lebih dari apa yang dilakukan oleh para relawan dari negara-negara non-muslim beserta bantuannya. Dari Indonesia sendiri, Alhamdulillah sudah ada bantuan medis dan relawan yang pergi ke Palestina untuk membantu muslim di sana. Tapi alangkah baiknya bantuan tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan dan kontinu, mengingat tak ada yang pasti kapan Israel akan melakukan serangannya kembali. Mungkin perlu ada pergiliran pengiriman bantuan medis dan relawan diantara negara-negara muslim sampai Palestina dapat dinyatakan benar-benar aman. Harus ada komunikasi dan koordinasi diantara jama’ah Islam, organisasi, atau mungkin negara-negara muslim jika memang umat Islam mau serius menuntaskan permasalahan yang ada di Palestina itu.

12

Menghafal Al-Qur’an

Salah satu tujuan utama serangan Israel ke kota Gaza adalah untuk membunuh anak-anak Palestina yang ternyata sebagian besarnya telah hafal Al-Qur’an. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya. Jangan bingung dengan tingkah laku Israel itu karena mereka telah memiliki sejarah membunuh para nabi. Jangankan hanya anak-anak yang hafal Al-Qur’an, manusia setingkat nabi pun mereka tidak takut untuk membunuhnya. Selama ini berita tentang motif pembunuhan Israel terhadap anak-anak Palestina menjadi bias di media massa. Motif pembunuhan yang sebenarnya dengan korban sebagian besar anak-anak tak pernah diungkapkan di media massa pada umumnya. Media massa menyatakan bahwa pembunuhan anak-anak Palestina adalah ketidaksengajaan, hanya sebagai dampak dari perang yang berlangsung. Israel sendiri juga berdalih serupa bahwa mereka sebenarnya mengincar Hammas. Benar juga mereka mengincar Hammas, tapi serangan itu juga sekaligus dilakukan untuk menghambat laju atau kalau bisa membunuh semua anak-anak Palestina yang telah hafal Al-Qur’an. Dan ini fakta yang sebenarnya. Mungkin tentara Israel dapat bersembunyi dibalik dalih ketidaksengajaan jika mereka hanya menggunakan bom curah yang tidak pandang bulu siapa yang akan menjadi korbannya. Tapi kenyataannya, mereka sengaja membidikkan senapan laras panjang, rudal-rudal, dan senjata lainnya ke arah anak-anak Palestina.

Lalu apa sebenarnya yang mendasari motif penyerangan pasukan Israel yang telah menelan korban ribuan anak Palestina yang tidak berdosa. Satu alasan yang paling mungkin adalah rasa takut mereka terhadap anak-anak Palestina yang banyak hafal Al-Qur’an. Sekitar sebulan sebelum penyerangan Israel ke Gaza, salah satu pimpinan Hammas, Khaled Misy’al telah melantik 3500 anak-anak Palestina yang telah hafal 30 juz, 114 surat Al-Qur’an. Jumlah yang tidak sedikit bagi lulusan hafidz Al-Qur’an, apalagi dalam kondisi penindasan. Itu merupakan prestasi yang luar biasa dan patut dibanggakan. Israel pun takut ketika mendengar tentang berita tersebut. Karena mereka tahu jika masih kecil anak-anak Palestina telah hafal Al-Qur’an, apa jadinya anak-anak itu dalam waktu 20-an tahun ke depan. Tentu itu akan sangat mengancam keberadaan Israel di tanah Palestina. Karena itulah mereka tak segan-segan untuk membunuh anak-anak Palestina disamping memiliki sasaran lain. Ibaratnya, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Maka sejak awal penyerangan dilakukan, tentara Israel telah siap dengan senapan, tank, hingga pesawat tempur untuk menghancurkan Gaza. Dan pada akhirnya, Allah tetap menakdirkan Gaza masih menjadi milik muslim Palestina. Serangan brutal tentara Israel tak mampu menggeser Gaza sejengkal pun.

Allah SWT memberikan penghargaan bagi orang-orang yang berilmu dan mengangkat derajatnya. Dan salah satu orang yang berilmu adalah orang yang menghafal Al-Qur’an, belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Mujaadilah ayat 11;

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al Mujaadilah; 11)

Rasulullah SAW bersabda;

“Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat…” (HR. Ibnu Majah)

Begitu besarnya derajat bagi kaum muslimin yang belajar ilmu terkhusus ilmu tentang Al-Qur’an. Bila seoranga muslim belajar ilmu dan mengamalkannya, pertolongan Allah pasti datang. Hal ini yang menjadi salah satu ketakutan orang-orang Yahud di Israel. Karena bila muslim Palestina berilmu dan bertakwa, maka muslim akan menjadi kuat. Sebaliknya, jika kaum muslimin menjauh dari ilmu Allah dan bermaksiat, maka kaum muslimin akan lemah. Dan kelemahan kaum muslimin, itulah yang sangat diinginkan oleh bangsa Israel.

Oleh karena itu, salah satu cara membantu muslim Palestina adalah turut menghafal Al-Qur’an. Disamping memang itu merupakan keharusan sebagai seorang muslim. Muslim Palestina akan semakin tegar dan terus menghafal Al-Qur’an, terkhusus anak-anak mereka. Al-Qur’an juga merupakan bekal utama setiap muslim dalam menghadapi musuh terutama orang-orang zionis Yahudi. Karena kita Al-Qur’an adalah kitab yang lengkap. Di sana juga terdapat cara bagaimana seharusnya kita melawan orang-orang Yahudi. Di sana dijelaskan tentang jihad, bersikap terhadap orang-orang kafir, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, patut bagi muslim untuk semangat menghafal Al-Qur’an.

13

Memboikot produk Israel

dan produk pro Israel

Kita tahu bahwa para pebisnis Yahudi sekarang ini tengah menjadi penguasa dalam ranah bisnis di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan mereka telah menjadi sebuah kerajaan yang sulit untuk ditaklukan. Kerajaan bisnis itu membentang dari barat ke timur, memenuhi setiap ruang bisnis di setiap negara, termasuk negara Indonesia. Kerajaan bisnis mereka terdiri dari perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam banyak sektor atau bidang bisnis. Mereka menguasainya mulai dari bisnis retail kebutuhan rumah tangga, pakaian, makanan, minuman, hiburan, media massa, hingga barang-barang berteknologi tinggi. Bisnis-bisnis tersebut bernilai besar dan rata-rata memberikan keuntungan milyaran dolar setiap tahunnya. Sehingga wajar bila banyak para pebisnis Yahudi yang masuk ke dalam daftar orang-orang terkaya di dunia. Dan mereka selalu menjadi pembicaraan masyarakat dunia. Mereka beserta bisnisnya tak pernah luput menjadi obyek berita di media massa. Mereka tak pernah absen tampil dalam sarana informasi itu.  Di sisi lain, para pebisnis itu sangat setia kepada bangsanya dan memiliki solidaritas tinggi terhadap saudara-saudara sesesama bangsa Israel. Dalam sejarah panjangnya, para pebisnis Israel selalu setia mendampingi perjuangan Israel, termasuk dalam menduduki tanah milik rakyat Palestina. Setiap tahun mereka selalu dengan taat menyetor dana untuk Israel. Sehingga Israel yang sekarang berada di tanah Palestina tak perlu pusing tujuh keliling memikirkan permasalahan ekonomi. Karena bangsa Israel itu telah memiliki para pejuang bisnis yang setia.

Banyak sekali hal yang dilakukan oleh para pebisnis Yahudi dalam rangka mendukung bangsanya, Israel. Selain memberikan setoran tiap tahun, mereka juga memiliki peran lain yang tak kalah pentingnya. Salah satunya adalah dalam mencari dukungan bagi Israel di Amerika Serikat. Para pebisnis ini bekerja sama dengan para elit politik Yahudi bahu membahu untuk mempengaruhi setiap kebijakan Gedung Putih. Sehingga wajar kiranya jika pemerintah selalu mendukung kepentingan Israel dan tak pernah berkutik untuk menentang Israel. Terlebih lagi, para pebisnis Yahudi kenamaan berasal dan tumbuh di negara Amerika Serikat. Mereka memberikan sumbangan devisa yang jumlahnya tidak kecil bagi perekonomian Amerika. Maka negara itu benar-benar telah berada dalam genggaman tangan Yahudi. Melalui negara adidaya itu, Yahudi kemudian menjalarkan pengaruhnya ke lembaga-lembaga internasional seperti IMF, PBB, dan World Bank. Institusi internasional itu telah benar-benar menjadi milik AS dan Israel. Maka lumrah bila PBB pun sulit mengambil putusan tegas untuk menindak Israel atas apa yang dilakukannya terhadap kota Gaza beberapa bulan lalu.

Lalu darimanakah para pebisnis Yahudi mendapatkan uangnya untuk membantu Israel ataupun untuk mendanai para pelobi politik Yahudi dalam mempengaruhi pemerintahan AS, serta mendanai lembaga-lembaga bentukan mereka. Ya tentu saja dari hasil keuntungan perusahaan-perusahaan mereka yang produk-produknya begitu diminati oleh masyarakat dunia dengan berbagai alasan. Ada yang menyukai produk-produk mereka karena kualitas dan ada juga yang memandang brand/merek itu karena gengsi. Apapun alasannya perusahaan mereka dengan produk-produknya telah berhasil menjamah ruang bisnis dan menekan perusahaan lokal yang ada di setiap negara. Dan terjadilah pertarungan antara perusahaan Yahudi dan perusahaan lokal itu demi memenangkan persaingan bisnis. Walhasil dari pertarungan itu, banyak sektor bisnis yang dimenangkan oleh para pebisnis Yahudi terutama untuk sektor bisnis retail dan makanan serta minuman seperti Carrefour, Dunkin Dunuts, dan lain-lain.

Selain perusahaan-perusahaan asli Yahudi/Israel ada juga perusahaan-perusahaan yang pro-Israel dan produk perusahaan itu pun dikenal sebagai produk pro-Israel. Perusahaan pro-Israel ini juga memiliki sumbangan dan peran besar bagi pertumbuhan ekonomi di Israel sehingga membuat bangsa itu mampu bertahan sampai saat ini. Bahkan karena begitu pentingnya peran yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan pro-Israel itu, mereka mendapat penghargaan langsung dari pemerintah Israel yaitu penghargaan Jubilee Award. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan khusus bagi perusahaan-perusahaan yang benar-benar dapat bekerjasama dengan Israel. Diantara perusahaan-perusahaan yang pro-Israel yaitu Nokia, McDonald’s, Nestle, dan lain sebagainya. Biasanya posisi jabatan penting di perusahaan yang pro-Israel itu diemban oleh orang-orang Yahudi, sehingga mudah bagi mereka untuk menebarkan lobinya dan mempengaruhi kebijakan yang dikeluarkan perusaaan itu. Disamping memang perusahaan pro-Israel itu hanya berorientasi pada uang. Jika penawaran kerjasama atau investasi di Israel menguntungkan, maka sudah tentu mereka akan menyambutnya. Tidak peduli dengan apa yang terjadi para rakyat Palestina. Karena yang terpenting bagi mereka adalah uang.

Perusahaan-perusahaan asli Yahudi maupun perusahaan pro-Yahudi diatas telah memberikan sumbangsih yang besar bagi Israel. Ada yang memberikan dana cuma-cuma, investasi, pendirian pabrik atau cabang perusahaan, ada yang turut memasarkan produk-produk buatan Israel, dan lain-lain (untuk melihat lebih banyak dan jelas perusahaan/produk Yahudi dan pro-Yahudi silahkan merujuk pada buku yang berjudul ‘Rahasia Bisnis Yahudi’ dan ‘Membongkar Jaringan Bisnis Yahudi di Indonesia’). Pada intinya, perusahaan-perusahaan itu telah benar-benar mendukung penjajahan Israel atas tanah Palestina.

Dengan demikian bila kita turut melariskan atau membeli produk-produk Yahudi dan pro-Israel itu, maka secara tidak langsung kita turut membantu melanggengkan penjajahan bangsa Israel di tanah Palestina. Sebagaimana para tokoh Islam katakan bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli produk-produk mereka akan menjadi peluru dan senjata yang mereka gunakan untuk membantai muslim Palestina. Artinya kita turut membiayai Israel untuk membunuh saudara-saudara muslim kita di Palestina. Inilah kemudian yang menjadi sorotan banyak ulama, bahkan diantara mereka ada yang mengeluarkan fatwa wajib memboikot produk-produk Yahudi dan produk yang mendukung mereka. Diantara ulama yang mengeluarkan fatwa atau seruan yaitu Syeikh Yusuf Qordowi dan Syeikh Usamah bin Laden. Syeikh Yusuf Qordowi selalu menyerukan dalam setiap khutbahnya untuk memboikot produk Yahudi dan pro-Yahudi. Begitu juga dengan syeikh Usamah bin Laden turut menyerukan pemboikotan tersebut. Tujuan pemboikotan produk ini tentu saja adalah untuk melemahkan kekuatan Israel. Sehingga mereka tidak memiliki dana lagi untuk terus memperlengkapi persenjataan mereka dan membeli peluru-peluru yang biasa digunakan untuk menyerang rakyat Palestina. Di beberapa negara muslim, aksi boikot ini bisa dikatakan cukup sukses dan membuat ketar ketir perusahaan yang menghasilkan produk yang bersangkutan dengan masalah ini. Ketika tragedi Gaza kemarin terjadi, ormas-ormas Islam di negara Malaysia menggelar aksi protes dan boikot di Masjid Nasional, Kuala Lumpur. Sebagaimana yang dinyatakan oleh juru bicara Asosiasi Konsumen Malaysia; “Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam”. Seruan itu pun segera disambut oleh Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia. Para pengelola restoran muslim di negeri itu tidak lagi menyediakan minuman softdrink pro-Israel seperti coca cola dan sprite di restoran-restoran mereka. Bisnis waralaba kedai kopi Starbucks juga mengalami aksi boikot serupa di negeri jiran itu. Hal senada juga terjadi di negara Turki. Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Industrialis menyerukan rakyat Turki untuk tidak mengkonsumsi produk-produk Israel, AS, dan Inggris karena telah berdosa dalam penyerangan rakyat Palestina di kota Gaza. Inilah salah satu cara kita untuk membantu muslim Palestina yang tertindas oleh bangsa Israel. Boikot adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menghentikan kekejaman mereka terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Sebagaimana Hittler pernah menyerukan memboikot bisnis dan produk Israel dan sekutunya, maka kita pun harus lebih semangat dari pemimpin Jerman itu dalam melakukannya. Maka boikot-lah apa yang bisa kita boikot dari produk Israel dan pro-Israel.

14

Mengajak Kaum Muslimin

untuk Peduli Palestina

Kondisi umat Islam saat ini benar-benar dalam keadaan memprihatinkan. Ia hanya dijadikan permainan belaka oleh musuh-musuhnya. Kita diserang dengan segala macam cara dan segala arah. Kita diserang dengan fitnah-fitnah syubhat. Umat Islam telah terjangkit penyakit-penyakit duniawi seperti kemewahan, riba, mencintai jual beli, dan lain-lain. Sebagian besar kaum muslimin juga telah diracuni dengan atheisme, komunisme, sosialisme, liberalisme, kapitalisme, pluralisme, demokrasi, dan pemikiran menyesatkan lainnya. Penyakit dan racun itu telah tersebar luas di negeri-negeri muslim di seluruh dunia. Di daerah-daerah lain, kaum muslimin yang menyadari kondisi ini mencoba bangkit dari keterperukan. Tetapi kebangkitan itu disambut dengan desingan peluru dan sengitnya rudal. Di wilayah lain, umat Islam dibantai dan ditindas dalam kondisi yang lemah. Lihat saja dahulu di Albania, Bosnia, dan kini di Gaza. Semua musuh Islam menjadikannya sebagai musuh bersama. Maka ketika mereka menghadapi perjuangan Islam, mereka sepakat untuk memusnahkannya. Islam saat ini seperti buih di lautan seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW;

“Kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok (makanan). Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.” Mereka bertanya lagi, “Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati”. (HR. Abu Dawud)

Sifat buih adalah terombang ambing tak tentu arah. Kemana ombak pergi ke situlah umat Islam mengikut. Lalu apa yang menyebabkan umat Islam menjadi seperti buih di lautan?. Hadist di atas sudah memberikan alasannya yaitu penyakit wahan, cinta dunia dan takut mati. Ya, umat Islam sekarang ini telah terjangkit penyakit itu. Kita terlalu cinta dunia sehingga tidak mau sedetik pun meninggalkannya. Kita juga takut mati, maka jarang sekali diantara umat Islam yang mau berjihad dan rela berkorban untuk membela agamanya. Jika sudah begitu, maka kaum muslimin hidup hanya mementingkan diri sendiri. Kaum muslimin memburu dunia siang dan malam untuk kepentingan sendiri. Mereka juga tak mau memperjuangkan Islam karena takut tertimpa kesulitan atau paling tidak dikucilkan oleh lingkungannya. Kecuali orang-orang beriman yang diberi petunjuk oleh Allah SWT. Dan akhirnya umat Islam hidup dalam perpecahan. Sebagian muslim tak peduli dengan urusan muslim lainnya.

Oleh karena itu, kewajiban umat Islam adalah bangkit dan menyembuhkan penyakit wahan. Saling peduli terhadap urusan umat Islam satu sama lainnya. Dari Hudzaifah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka dia bukan dari golongan mereka (kaum muslimin)” (HR. Ath Thabrani). Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk peduli dengan sesame muslim. Apalagi, muslim Palestina sedang mengalami penindasan. Berdosa seluruh kaum muslim bila tidak ada yang peduli terhadap mereka. Karenanya dengan mengajak umat Islam untuk peduli terhadap Palestina adalah salah satu cara membantu saudara muslim kita di negeri itu. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap urusan muslim yang lain. Kita dapat mengajak kepedulian umat Islam melalui banyak cara. Para khotib mampu mengajak kepedulian itu melalui mimbar-mimbar khutbah. Para ustad bisa menyampaikannya melalui pengajian dan majelis taklim. Bahkan setiap muslim dapat mengajak muslim yang lainnya untuk peduli terhadap nasib saudaranya di Palestina saat ini. Kita juga bisa menuliskan ajakan peduli di surat kabar, majalah, website, blog, dan sarana lainnya. Atau juga melalui media radio atau televisi bila kita melakukannya. Jika setiap muslim mengajak untuk peduli terhadap Palestina, maka insyaAllah akan semakin banyak muslim yang peduli. Sampai akhirnya semua peduli dan mengerahkan segala kemampuan untuk membantu pembebasan Palestina dari genggaman Israel. maka jangan pernah berhenti untuk mengajak peduli terhadap saudara muslim di Palestina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: