Cara 15 – 21

5

Membela mereka di media massa

Saat ini sekitar 90% media massa di dunia dikendalikan oleh para pebisnis Yahudi yang secara jelas memberikan dukungan kepada Israel. Rata-rata para pebisnis Yahudi di bidang media massa itu berasal dari negara Amerika Serikat. Negara yang memiliki fasilitas lengkap itu telah menjadi sarang dari hegemoni kekuasaan Yahudi terhadap media massa yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Salah satu raja bisnis Yahudi dalam bidang media massa adalah Rupert Murdoch. Pebisnis ini memiliki banyak perusahaan media massa dan entertain yang tergabung dalam perusahaan induk News Corporation. Anak-anak perusahaannya diantaranya yaitu Studio 20th Century Fox, Fox Network, Star TV, The Times, The Sun, Fox News Channel, Fox Sports, New York Magazine, The Star, The London Times, Sunday Times, the Boston Herald, The Chicago-Sun Times, New York Post, dan The Wall Street Journal. Rupert Murdoch kurang lebih telah memiliki 175 surat kabar yang tersebar di berbagai negara. Di sana juga ada perusahaan media milik Yahudi yang lain yaitu AOL Time Warner. Perusahaan ini membawahi banyak anak perusahaan diantaranya CNN, Time, Fortune, dan Warner Bros. Kemudian ada juga perusahaan media Viacom yang membawahi Paramount, CBS, MTV, dan Nickelodeon. Meski sarana informasi dan media itu berbeda perusahaan, tetapi tetap saja memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama membela kepentingan Yahudi atau Israel. Maka wajar bila media massa yang mereka miliki itu selalu memenangkan argumen Israel bila menyangkut masalah bangsa itu walaupun pada kenyataannya mereka salah. Mereka selalu sepakat dalam tujuannya terutama bila berbicara atau menyinggung isu-isu agama Islam dan kaum muslimin.

Semua kita telah membuktikan propaganda-propaganda Yahudi melalui media massa yang mereka miliki. Propaganda yang telah berhasil meracuni pikiran-pikiran manusia termasuk orang-orang Islam. Sehingga ketika kita jelaskan kepada mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi, maka yang membantahnya justru dari kalangan muslim sendiri. Karena para pembantah itu telah teracuni oleh pemikiran-pemikiran yang jauh dari Islam. Mereka membantah atas nama kemanusiaan, pluralisme, liberalisme, hak asasi manusia, dan perdamaian. Mereka menyatakan bersama dengan guru-guru mereka, Israel dan AS, bahwa bangsa Israel juga memiliki hak untuk tinggal di tanah Palestina. Karena itu mereka membagi-bagi wilayah Palestina dengan seenak pikiran mereka sendiri. Mereka lupa kalau Israel telah merampas tanah milik Palestina dan menjajahnya. Maka tak waras bila membagi wilayah Palestina kepada Israel. Mereka juga mengatakan bahwa serangan Israel ke kota Gaza hanyalah balasan terhadap serangan rudal Hammas ke wilayah Israel. Atau dengan kata lain, tragedi Gaza adalah kesalahan rakyat Palestina sendiri. Bukan semata-mata karena kekejaman bangsa Israel. Dan yang lebih parah lagi, mereka menggembosi persatuan dan solidaritas umat Islam dengan kata-kata mereka yang menyatakan bahwa masalah Palestina adalah internal nasional bangsa Palestina sendiri, tidak ada hubungannya dengan masalah agama. Masih banyak lagi perkataan-perkataan mereka yang lebih menyakitkan hati. Secara sadar atau mungkin tidak sadar mereka telah menjadi duri dalam daging umat ini. Media massa Yahudi telah berhasil menyebarkan racunnya ke dalam banyak pikiran manusia termasuk kaum muslimin sendiri, sehingga mereka memandang sebelah mata terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Lalu bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh kaum muslimin yang masih memiliki kesadaran untuk membela Palestina. Jika mereka menggunakan media massa untuk menyudutkan bangsa Palestina, maka kita juga harus melawannya dengan media. Hal ini juga menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu saudara muslim Palestina. Banyak media yang bisa digunakan untuk membela Palestina. Walau tak banyak, Alhamdulillah telah ada media massa umat Islam yang bisa digunakan untuk menolong saudara muslim di sana. Ada televisi Al Jazeera yang bisa diandalkan untuk melakukan tugas ini. Bahkan di beberapa negara muslim, televisi Al Jazeera menjadi rujukan oleh media massa nasional terutama televisi nasional. Selama ini, stasiun televisi tersebut telah membuktikan keberpihakannya kepada kaum muslimin. Selain itu, di beberapa negara muslim juga memiliki media-media cetak seperti koran dan majalah. Ada juga media elektronik berupa radio-radio yang beridentitas Islam. Bahkan di Indonesia ada kota yang telah memiliki televise lokal yang mendukung Islam. Semua sarana media massa di atas dapat digunakan untuk membela saudara-saudara kita di tanah suci Palestina. Selain itu ada juga sarana media informasi yang lebih bebas dan mudah digunakan. Sarana itu dikenal dengan nama internet. Di media itu banyak fasilitas yang dapat dibuat untuk membela ataupun menggalang dukungan bagi rakyat Palestina. Kita dapat membuat website, blog, grup milis, forum-forum diskusi, ataupun ruang-ruang chating. Di semua media massa yang ada, kaum muslimin harus meluruskan pandangan yang salah tentang Palestina selama ini. Kita harus mengatakan apa yang seharusnya pantas dikatakan bagi Palestina. Kita sampaikan kepada kaum muslimin yang telah teracuni dengan pandangan barat, bagaimana seharusnya mereka turut membela muslim Palestina. Bukan malah memberi dukungan kepada Israel. Kita harus menyampaikan kepada dunia sifat tentara Israel yang ternyata hanyalah manusia penakut yang bertameng di balik senjata dan tank-tank mereka. Bahkan awak tentara mereka yang mengendalikan tank-tank ketakutan luar biasa sehingga mereka harus memakai pampers untuk buang air kecil seperti anak bayi. Mereka tidak mau keluar dari perlindungan tank karena mereka takut menjadi sasaran tembak para mujahidin Hammas. Ketakutan mereka membuat mereka bertindak kejam dengan membunuh warga sipil yang tak berdosa. Apalagi kekejaman itu dilakukan dengan alasan mencari para pejuang Hammas. Selain itu, kebengisan mereka yang mungkin tercampur dengan ketakutan membuat mereka juga tega menghancurkan masjid-masjid di kota Gaza. Ketakutan dan kebengisan itu membuat mereka tidak mau berhenti sesaat untuk memilih mana yang pantas ditembak dan mana yang tidak, mana yang harus diserang dan mana yang tidak. Hal ini sesuai dengan pernyataan salah seorang tentara Israel yang diwawancarai oleh media Haretz. Tentara itu mengatakan bahwa setelah mereka sampai di daerah target, maka mereka harus menganggap semua yang ada sebagai musuh, tidak pedui apakah itu orang tua, wanita, atau anak-anak. Kita juga harus menyampaikan di media massa bahwa pasukan Israel hanyalah pasukan lemah yang tak bisa berbuat banyak bila berhadapan dengan pasukan mujahidin. Menurut berita dari tim Mer-C bahwa ada sekitar 80 tank Israel di Gaza yang berhasil dihancurkan oleh mujahidin Hammas. Bahkan kekalahan pasukan pertama mereka mengharuskan Israel mengirimkan pasukan cadangan ke Gaza. Dan ternyata pengiriman pasukan cadangan itu tidak banyak membantu bagi Israel untuk memenangkan pertempuran. Malah sebagian besar pasukan Israel yang telah terlanjur masuk ke Gaza dan terjebak di sana mengalami frustasi. Keadaan ini mengakibatkan mereka lepas kontrol dan kehilangan disiplin dalam bertempur. Lebih memalukan lagi mereka ingin segera meninggalkan Gaza dan segera pulang. Atau dengan kata lain mereka ingin lari dari peperangan. Dan masih banyak lagi kebenaran dan kekuasaan Allah yang diberikan oleh mujahidin Palestina dalam melawan aksi brutal tentara Israel yang harus kita sampaikan di media massa. Pada intinya, dalam setiap kesempatan di media massa kita harus selalu siap menghadang serbuan kebohongan Israel dan sekutunya yang mereka gembor-gemborkan di media massa milik mereka.

16

Keluar dari

forum internasional

Allah mengingatkan kaum muslimin tentang watak dan sifat Yahudi yang sebenarnya 14 abad yang lalu. Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan bagaimana watak bangsa Israel yang selalau membantah perintah dan suka mencari-cari alasan untuk menghindar dari suatu kewajiban atau perintah. Bahkan karena begitu membangkangnya mereka, Allah mengutuk sebagian mereka menjadi kera. Pada zaman Rasulullah SAW pun watak mereka tak pernah berubah atau tidak jauh berbeda dari generasi pendahulunya. Mereka suka melanggar perjanjian yang telah disepakati antara mereka dengan Rasululllah SAW. Mereka juga melakukan pengkhianatan terhadap kaum muslimin, sehingga Rasulullah SAW dan kaum muslimin menghukum mereka atas pengkhianatan itu. Mereka diserang dan diusir dari kota Madinah. Kemudian mereka hidup di sekitar Madinah. Di wilayah lain, nasib orang-orang Yahudi juga tak jauh berbeda. Mereka terombang-ambing tak tentu arah. Kemudian setelah masa Rasulullah SAW, mereka juga tak berubah. Bahkan diantara mereka ada yang berani melakukan penyerangan terhadap Islam dari dalam. Mereka berpura-pura masuk Islam, kemudian membuat perpecahan dan kerusuhan di dalam tubuh umat Islam. Khilafah Islam demi khilafah Islam berlalu, mereka tak pernah berhenti melampiaskan dendam mereka terhadap kaum muslimin. Meski mereka hidup dalam jaminan khilafah Islam, tetapi mereka tetap berkeinginan untuk menghancurkan Islam. Hingga pada kekhilafahan Islam terakhir, baru usaha mereka ratusan tahun baru terwujud. Mereka pun dapat meruntuhkan khilafah Islam terakhir yaitu Turki Usmani. Dalam peruntuhan Turki Usmani itu mereka bekerjasama dengan sekutu-sekutu mereka. Dan salah satu hasil dari keberhasilan meruntuhkan Turki Usmani adalah mereka mendapatkan sebagian tanah di Palestina. Dengan demikian, penjajahan mereka di tanah suci itu pun dimulai.

Jengkal demi jengkal tanah Palestina dirampas oleh bangsa Israel. Dalam perampasan tanah di Palestina itu, mereka mendapat penolakan dari penduduk Palestina yang memiliki tanah secara sah. Maka kemudian Yahudi/Israel menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tanah-tanah di negeri itu. Mereka membunuh para penduduk, membakar rumah, menghanguskan lading, dan mengusir mereka secara paksa. Begitulah cara mereka mendapatkan tanah di Palestina. Dan sesuai dengan watak mereka, pemimpin Israel selalu menyangkal apa yang telah mereka perbuat dengan seribu satu alasan. Tindakan kejam diatas sampai saat ini tetap dilestarikan. Bangsa Israel tak segan-segan untuk membunuh, menghancurkan rumah, dan kalau boleh mereka pun tak segan untuk meratakan seluruh wilayah Palestina dengan tanah. Mereka akan terus melakukan hal serupa sampai cita-cita mereka mengibarkan bendera mereka di seluruh tanah Palestina terwujud.

Apa yang telah mereka lakukan terhadap rakyat Palestina mendapat perhatian dunia internasional. Bahkan institusi-institusi internasional pun tak mau melepaskan perhatiannya terhadap permasalahan Palestina dan Israel, khususnya yang bernama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sepanjang sejarah permasalahan antara Palestina dengan Israel, lembaga tersebut terkesan sangat peduli. PBB menunjukkan kepeduliannya dengan mengeluarkan berbagai resolusi yang berkaitan dengan masalah Palestina dan Israel. Selain lembaga PBB, ada juga lembaga internasional lainnya dan diantaranya digalang oleh negara-negara Arab. Namun pada kenyatannya, lembaga internasional yang lain itu juga bergantung pada PBB. Bila ada sikap yang terkesan independen, itu pun hanya berupa himbauan dan paling bagus hanya berupa kecaman-kecaman. Pada intinya semua institusi internasional, negara-negara, dan sebagian kaum muslimin selalu mengujungkan harapannya kepada Institusi internasional bernama PBB.

Pada kenyatannya, PBB hanyalah dijadikan alat untuk kepentingan-kepentingan Israel. Institusi itu tak bisa berbuat banyak untuk mengatasi konflik di Palestina. Malah setiap keputusan yang diambil hanyalah menguntungkan Israel semata. Bila kita menilik sejarah PBB ke belakang, institusi internasional itu memiliki peran yang sangat penting bagi eksisnya Israel di tanah Palestina. Institusi internasional itu memiliki dosa besar terhadap rakyat Palestina. Setahun sebelum Israel memproklamirkan negara Israel di atas tanah Palestina, PBB mengeluarkan resolusi No. 181 pada tanggal 29 Nopember 1947. Resolusi itu dengan seenaknya membagi wilayah Palestina menjadi tiga bagian yaitu 54% untuk Yahudi, 45% untuk Arab, dan 1% untuk zona internasional. Jauh sebelumnya, pada tahun 1917 Inggris mengadakan perjanjian Balfour dengan bangsa Israel yang berisi janji Inggris untuk memberikan tanah Palestina kepada Israel. Kemudian pada tahun 1942, Amerika Serikat juga bersedia membantu Israel untuk mengambil tanah Palestina melalui perjanjian Baltimore. Lima tahun setelah itu, tiga negara yaitu AS, Inggris, dan Rusia membawa masalah Palestina-Israel ke forum PBB. Dan hasilnya adalah pembagian wilayah Palestina yang tertuang dalam resolusi PBB No. 181 diatas. Resolusi tersebut semakin membuka ruang yang lebih besar bagi imigrasi orang-orang Yahudi yang tersebar di berbagai negara masuk ke tanah Palestina. Bahkah AS, Inggris, dan sekutu Israel yang lain memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi arus migrasi itu. Hal ini kemudian mendapat protes keras dari Liga Arab. Namun protes itu hanya tinggal protes, toh keputusan terakhir ada di PBB. Lalu pada Nopember 1967, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi No. 242 yang mengharuskan semua negara di kawasan Palestina-Israel untuk mengakui keberadaan negara Israel di tanah Palestina. Dan sebagai balasannya, Israel akan menarik pasukannya dari wilayah yang direbutnya pada perang 6 hari yaitu Sinai, Jalur Gaza, dataran tinggi Golan, Tepi Barat, dan Yerusalem. Resolusi no. 181 dan no. 242 hanyalah dua contoh betapa insitusi PBB begitu berpihak kepada Israel. Karena pada hakikatnya, institusi tersebut hanyalah kepanjangan tangan Yahudi melalui negara sahabatnya, Amerika Serikat. Negara sahabat itu memiliki hak istimewa yang disebut dengan hak veto. Setiap kali PBB mengeluarkan resolusi yang merugikan Israel, maka resolusi itu digagalkan oleh AS melalui hak vetonya. Tak ada negara-negara di PBB yang berani menentang hak veto AS. Maka apapun yang akan dilakukan oleh Israel, tak akan ada halangan yang berarti. Wajar bila kekejaman demi kekejaman yang dilakukan Israel terkesan dibiarkan oleh PBB. Institusi itu lambat merespon bila rakyat Palestina yang menjadi korban. Tetapi segera tanggap bila yang dirugikan adalah pihak Israel. Alasannya adalah sama, karena di institusi itu dikuasai oleh AS. Contoh lain yang paling nyata adalah pada peristiwa serangan militer Israel ke Gaza beberapa bulan yang lalu. Tentara Israel menyerang, menembak, meluncurkan bom dengan menggunakan tank dan pesawat tempur. Akibatnya ribuan warga Gaza terbunuh, gedung-gedung hancur berantakan, dan rumah-rumah menjadi rata dengan tanah. Tidak hanya milik rakyat Palestina saja yang menjadi korban serangan militer Israel. Gedung sekolah milik PBB juga menjadi puing-puing tak berguna lagi. Tentara Israel juga menghancurkan mobil dinas PBB, padahal mobil tersebut ditandai dengan bendera terang milik PBB. Tak ada alasan ketaksengajaan dalam serangan mobil PBB itu. Nampaknya Israel benar-benar ‘tak pilih kasih’ dalam melancarkan serangannya. Tetapi anehnya, PBB hanya diam, tak ada kata-kata, apalagi tindakan tegas terhadap Israel.

Tragedi Gaza telah membuka mata dunia, sekaligus menohok Amerika Serikat. Salah satu hikmah dari peristiwa itu adalah mata dunia semakin yakin kemana arah dukungan AS sebenarnya. Di saat negara lain yang masih memiliki hati membela warga Gaza, AS justru membela Israel dan mencari kambing hitam dengan menyalahkan Hammas. AS berdalih bahwa serangan militer Israel hanyalah sifat reaktif terhadap Hammas. Melalui menlu-nya Condoleezza Rice, AS menyatakan dukungannya terhadap Israel; “AS mengecam keras serangan roket dan mortir ke Israel oleh Hamas dan Hamas harus bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran gencatan senjata dan terjadinya aksi-aksi kekerasan baru di Gaza”. Hal senada disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe; “Israel ingin membela warganya dari para teroris seperti Hamas. Kalau Hamas menghentikan tembakan roketnya ke Israel, Israel tidak perlu melakukan serangan ke Gaza”. Teroris teriak teroris, kurang lebih seperti itulah yang dilakukan oleh Israel. Dengan dukungan AS, maka Israel tak perlu khawatir terhadap cercaan dunia internasional. Bahkan sebelum melakukan serangan ke Gaza, pemerintah Israel telah memperkirakan reaksi apa yang akan dilakukan oleh dunia. Dan karena mereka masih mengendalikan AS dan PBB, maka Israel tak ragu untuk melakukan serangan ke Gaza. Pengakuan ini disampaikan oleh juru bicara Israel, Tzipora Menache; “Kami sangat tidak khawatir akibat negatif dari operasi militer, terutama bagi sikap pemerintahan Presiden Barack Obama. Anda tahu, dan Amerika juga sama-sama tahu, bahwa kami mengontrol Gedung Putih, siapapun yang duduk di Gedung Putih. Anda lihat, tidak ada presiden yang berani melawan kami. Apa yang bisa mereka lakukan terhadap Israel?. Kami mengontrol kongres, kami mengontrol media, kami mengontrol dunia, dan kami mengontrol semua kekuasaan yang ada di Amerika”. Lihatlah apa yang dikatakan oleh juru bicara Israel itu. Dan seorang juru bicara tak mungkin bicara sembarangan, apalagi masalah internasional. Selain itu, juga banyak peristiwa yang telah membuktikan kebenaran perkataan juru bicara Israel itu. Lihat saja keputusan apa yang diambil oleh AS terhadap pengambilan suara DK PBB mengenai serangan Israel ke Gaza. AS menjadi satu-satunya negara yang abstain, sementara 13 negara lain setuju untuk mengeluarkan resolusi bagi Israel. Bahkan keputusan abstain itu merupakan pesanan dari Ehud Olmert, Perdana Menteri Israel yang menelpon Bush sebelum siding DK PBB diadakan. Olmert mengatakan; “Saya katakan pada Bush, AS tidak boleh memberikan suara pada resolusi itu. Bush kemudian dengan segera menghubungi menteri luar negerinya dan memerintahkan menlunya untuk tidak memberikan suaranya”[1].

Bukti-bukti diatas cukup kiranya bagi kita untuk melihat seperti apa forum internasional terkhusus PBB. Begitu tak berdayanya mereka menghadapi Israel dan AS. Institusi itu hanya bisa bersandiwara untuk menunjukkan kepeduliannya. Pada kenyataannya, institusi internasional itu mandul bila menghadapi Israel yang didukung oleh negara superpower. Bagaimana tidak, seruan Sekjen PBB, Ban Ki Monn untuk menghentikan serangan ke Gaza hanya dianggap angina lalu oleh Israel. Bukankah jalur diplomasi di institusi internasional merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Israel untuk semakin berkuasa di tanah Palestina. Mereka menyerang rakyat Palestina dan Hammas, tapi ketika terdesak mereka menggunakan jalur diplomasi sebagai alat untuk lepas dari desakan. Ketika terdesak baru mereka mau mengadakan gencatan senjata dan bersembunyi dibalik kekuatan AS. Seperti apa yang mereka lakukan ketika kalah dalam perang melawan Hammas di Gaza beberapa bulan yang lalu. Dalam keadaan terdesak itu, Israel baru mau mengadakan gencatan senjata. Bahkan secara diam-diam, utusan Israel datang ke Mesir dan meminta untuk memfasilitasi gencatan senjata itu. Setiap kali bangsa Israel terdesak, maka mereka melunak dan meminta pertolongan melalui perdamaian. Setelah keadaan itu berlalu, mereka kembali melakukan penyerangan kepada wilayah Palestina. Setelah mereka berhasil menguasai suatu daerah di Palestina melalui operasi militer, mereka minta gencatan senjata karena mendapat perlawanan dari Hammas. Tapi daerah yang dirampas itu terlanjur menjadi milik mereka dan institusi internasional tidak bisa mengembalikan daerah itu ke Palestina. Cara tersebut terus dilakukan, sehingga makin hari wilayah Israel makin luas di tanah Palestina.

Oleh karena itu, keluar dari forum-forum internasional merupakan salah satu cara untuk menolong saudara muslim kita di Palestina. Ini sebagai langkah nyata dukungan terhadap perjuangan mereka. Secara tidak langsung cara ini merupakan boikot terhadap sikap-sikap institusi internasional yang tidak pernah tegas terhadap Israel. Dan cara ini juga adalah bentuk berlepas diri (bara’) kita sebagai muslim. Pada kenyataannya, rakyat Palestina sendiri tidak menginginkan nasib mereka menjadi mainan semata di forum internasional. Yang mereka butuhkan adalah bantuan konkret untuk menyudahi penderitaan. Bukan sandiwara-sandiwara perdamaian. Keluar dari forum internasional yang tidak bermanfaat juga merupakan sikap tegas kita terhadap institusi internasional yang tidak pernah mau serius mengatasi konflik di Palestina. Oleh karena itu, sudah sepatutnya negara-negara muslim keluar dari forum institusi internasional dan kemudian mencari langkah konkret untuk membebaskan Palestina dari tangan Israel.

17

Memberikan dukungan

moral dan semangat

Selain cara-cara yang telah dikemukakan sebelumnya, kita juga dapat membantu muslim Palestina dalam bentuk memberikan dukungan moral dan semangat. Mereka sangat memerlukan dukungan dari saudara-saudara mereka yang berada di luar Palestina. Mereka membutuhkannya untuk meringankan beban jiwa mereka dan membangkitkan kembali semangat mereka setelah habis-habisan digempur oleh pasukan Israel. Mereka membutuhkan semangat untuk tetap terus berjuang melawan zionis Israel di tanah Palestina. Perlu bagi semua umat Islam memberikan dukungan moral dan semangat kepada muslim Palestina. Terlebih lagi bila tak ada yang bisa kita berikan untuk membantu mereka, maka paling tidak cara inilah yang bisa kita lakukan. Sehingga mereka tidak merasa sendirian dalam berjuang membela hak-hak mereka. Supaya mereka tahu bahwa saudara muslim di luar Palestina juga turut peduli terhadap mereka. Bahwa saudara-saudara mereka juga mensupport mereka. Sehingga mereka tidak berputus asa terhadap pertolongan Allah melalui saudara-saudara mereka.

Adalah suatu kenyataan yang harus diakui baik suka atau tidak, bahwa diantara kaum muslimin masih ada saja yang mencemooh perjuangan mereka. Jangankan memberikan dukungan moral dan semangat, mereka justru menyalahkan muslim Palestina atas penderitaan yang diterima. Mereka mengatakan bahwa apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah kesalahan rakyat Palestina sendiri. Kesalahan muslim Palestina karena tidak memiliki akidah atau tauhid yang benar. Mereka menganggap bahwa serangan Israel adalah seperti azab yang dikirim oleh Allah karena dosa-dosa yang dilakukan oleh muslim Palestina. Di waktu lain, orang-orang itu juga mengatakan bahwa seharusnya muslim Palestina menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang Yahudi di negerinya. Seakan mereka tidak tahu bahwa orang-orang Yahudi itu lebih paham Islam ketimbang umat Islam kebanyakan. Mereka mengenal Rasulullah SAW seperti mereka mengenal anak sendiri. Bahkan diantara mereka ada yang hafal Al-Qur’an. Toh itu semua tidak membuat mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT. Karena mereka memang tidak benar-benar mencari kebenaran. Mereka juga mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak perlu melawan Israel. Mereka menyerukan rakyat Palestina yang mayoritas muslim untuk hijrah dari tanah suci itu, tidak perlu memperjuangkannya. Mereka juga menyerukan untuk menyerahkan masalah Palestina kepada forum/institusi internasional seperti PBB. Terlebih lagi mereka menyatakan bahwa tidak ada jihad yang sedang berlangsung di Palestina. Apa yang sedang dilakukan oleh pejuang muslim Palestina bukanlah jihad. Begitulah anggapan mereka. Sungguh aneh ada kaum muslim yang bersifat seperti ini padahal mereka mengaku paling ahlus sunnah wal jama’ah. Tapi itulah kenyataannya. Apa yang akan dirasakan oleh kaum muslimin Palestina jika mereka mendengar seruan-seruan pelemah semangat itu. Tak ada rasa selain kekecewaan yang akan dirasakan oleh muslim Palestina jika mereka mendengar pernyataan pengecut dan sikap penggembosan itu. Muslim di tanah suci itu kecewa karena saudaranya justru menyalahkan mereka atas kekejaman yang dilakukan Israel. Mereka akan kecewa karena saudaranya ternyata hanya mengeluarkan pernyataan yang mendukung musuh mereka, Israel. Tapi sekali lagi itulah adanya.

Oleh karena itu, merupakan kewajiban kaum muslimin untuk memberikan dukungan moral dan semangat kepada saudaranya yang sedang berjuang di Palestina. Kita juga harus membendung seruan-seruan pengecut yang hanya melemahkan semangat jihad muslim Palestina. Kita sampaikan kepada saudara kita yang terkena fitnah syubhat itu tentang yang sebenarnya terjadi dengan berbagai hujjah atau argumen. Kita katakan kepada mereka bahwa perjuangan di Palestina melawan Yahudi adalah jihad dengan hujjah-hujjah syar’I tentang jihad. Kita sampaikan juga kepada mereka bahwa wajib bagi muslim Palestina untuk terus berjuang melawan Israel. Mereka tidak boleh lari dari peperangan apalagi hijrah meninggalkan Palestina. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Anfal ayat 15 dan 16;

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya”. (Q.S. Al Anfal; 15-16)

Lihatlah betapa Allah mengancam dengan ancaman yang besar bagi seorang mukmin yang lari dari peperangan karena merasa takut dan tidak mau melawan orang-orang kafir. Kemudian kita katakan juga kepada orang-orang pengecut itu bahwa adalah kebodohan menyerahkan masalah Palestina kepada institusi internasional seperti PBB. Tahukah mereka bahwa PBB telah banyak dosa kepada rakyat Palestina, karena telah mengesahkan penjajahan Israel di negeri para nabi. Dan tidak lupa pula kita sampaikan kepada para pengecut di kalangan umat Islam bahwa mendakwahi Israel kepada Islam adalah suatu tindakan yang sia-sia. Jika ada orang Yahudi di tanah Palestina yang masuk Islam itu adalah semata-mata hidayah Allah. Karena orang-orang Yahudi itu bukan tidak tahu tentang Islam. Mereka tahu tentang kebenaran Islam namun menutup mata atas kebenaran itu. Sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang dimurkai (maghdub).

Berlepas dari para pengecut itu, kaum muslimin yang masih peduli dengan Palestina dapat menyampaikan dukungan moral dan semangat melalui banyak cara. Bisa langsung berbicara kepada para tokoh muslim atau mujahidin Palestina. Seperti apa yang dilakukan oleh presiden Sudan, Omar Hasan Al-Bashir. Ia menyempatkan diri berkunjung ke Damaskus dan bertemu dengan Khaled Misy’al. Dalam pertemuan itu, Omar Hasan Al Bashir menyatakan bahwa negara Sudan mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina. Sementara itu, seperti yang diberitakan oleh situs islamonline.com, istri Raja Yordania, Raja Abdullah mengeluarkan pernyataan dukungannya bagi Palestina; “Membiarkan Gaza dalam kondisi seperti ini adalah kekufuran (membangkang) pada Allah”[2]. Kaum muslimin lainnya juga dapat menyampaikan dukungan moral dan semangat bagi Palestina melalui media-media lain seperti surat kabar, radio, televise, bahkan melalui internet. Di media internet biasanya ada situs resmi mujahidin Palestina dimana kita dapat berinteraksi melalui situs tersebut. Kita dapat menyampaikan dukungan tertulis di situs tersebut. Intinya jika mau, kita dapat memberikan dukungan moral dan semangat bagi saudara kita di Palestina. Apalagi media penyampaian dapat dengan mudah didapatkan dalam zaman modern ini.

18

Memantau dan Menyediakan

informasi tentang Palestina


Dalam zaman yang modern ini informasi menjadi satu hal yang sangat penting. Ia menjadi suatu kebutuhan yang bersifat sekunder, bukan tersier lagi. Dan mendapatkan informasi pun sekarang tidak sesulit dahulu, karena telah banyak sarana untuk menyampaikannya. Harganya pun tidak semahal dahulu, karena banyak teknologi informasi murah yang telah tersebar di masyarakat. Surat kabar, majalah, radio dan televisi adalah contoh sarana informasi murah. Bahkan internet pun saat ini telah menjadi sarana informasi yang murah di kota-kota besar. Dan semakin hari perkembangannya semakin meningkat saja. Intinya saat ini mendapatkan informasi bukan merupakan hal yang sulit, karena sarananya telah banyak dan mudah didapatkan. Tergantung pada mau tidaknya seseorang untuk menyediakan atau mencari suatu informasi.

Dibanding dengan umat agama samawi lain, umat Islam adalah yang paling kurang dapat memanfaatkan sarana informasi untuk kepentingannya sendiri. Sebagian besar kaum muslimin masih canggung terhadap beberapa sarana informasi seperti internet misalnya. Dan kebanyakan kaum muslimin menggunakan sarana informasi yang ada bukan untuk hal-hal yang bermanfaat. Tetapi lebih menyukai pada hal-hal yang bersifat hiburan dan berita semata. Terlebih lagi kedua hal tersebut jauh lebih banyak berasal dari luar kaum muslimin sehingga seringkali hiburan dan berita tersebut melecehkan Islam. Lihat saja betapa banyak hiburan yang melanggar aturan Islam. Betapa banyak berita-berita yang tidak berpihak dan meyudutkan Islam. Contoh yang jelas adalah bagaimana jurnalis Denmark melecehkan Islam dengan membuat karikatur yang menghina nabi Muhammad saw. Begitu juga dengan seorang anggota parlemen negara Belanda yang mengeluarkan video rasis dan provokatif dengan judul ’ayat-ayat fitna’. Padahal kita disuruh untuk berhati-hati terhadap berita yang disampaikan oleh orang fasik, apalagi orang kafir. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisaa ayat

”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Q.S. Al Hujaraat; 6)

Kita sebagai umat Islam tidak perlu memungkiri kenyataan bahwa kita sangat kurang dalam memanfaatkan sarana dan teknologi informasi. Dengan demikian kita kesulitan untuk dapat mengetahui kondisi saudara muslim di wilayah lain, terkhusus di berbagai belahan dunia. Dengan kata lain, kita benar-benar terpisah dengan saudara muslim yang ada di benua lain. Karena tidak dimanfaatkannya sarana informasi yang tersedia dengan baik. Padahal sarana informasi seperti internet misalnya dapat dimanfaatkan untuk saling ber-silaturahim, meski kaum muslim berbeda jarak yang jauh. Apalagi jika bahasa Arab dapat dijadikan bahasa internasional atau bahasa persatuan umat Islam secara resmi, maka silaturahim menjadi lebih konkret. Dengan informasi yang kurang apalagi tidak ada, akan membuat kaum muslimin saling tidak peduli. Bagaimana mau peduli, informasi tentang saudaranya saja tidak ada. Benarlah istilah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Itu kenyataan saat ini. Banyak diantara kita yang tidak tahu atau sulit tahu tentang umat Islam di Afrika, Eropa, Amerika, dan benua lainnya. Kita sulit tahu bagaimana perjuangan umat Islam di Afganistan, Irak, Palestina, Somalia, Moro (Filipina), Kashmir, Cechnya, dan wilayah lainnya. Jangankan luar negeri, kondisi muslim di Papua saja kita belum banyak mengetahui. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membenci umat Islam. Mereka memang memberitakan tentang umat Islam di berbagai wilayah di dunia itu, tapi hanya sedikit dan diberitakan menurut versi mereka. Sehingga umat Islam mendapatkan informasi yang salah tentang saudaranya. Dan ujung-ujungnya kita berprasangka buruk dan enggan untuk membantu saudara muslim di wilayah lain itu.

Oleh karena itu, kita perlu memantau dan menyediakan informasi tentang saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia lain, terkhusus yang ada di Palestina yang sedang ditindas oleh bangsa Israel, musuh besar umat Islam. Hal ini merupakan salah satu cara untuk membantu muslim Palestina. Kita perlu menyediakan informasi tentang kondisi muslim Palestina dan para mujahidinnya secara kontinu dan up to date. Sehingga kaum muslimin di sini dapat menerima informasi yang selalu baru tentang saudaranya di Palestina. Kita dapat tahu tentang kebutuhan mereka yang perlu dibantu. Kita juga tahu tentang kondisi jihad di sana. Kita dapat tahu tentang semua kondisi mereka sehingga jika memungkinkan kita dapat membantu untuk mengatasi masalah-masalah kaum muslimin di Palestina. Dengan informasi yang diterima itu maka dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan peduli kita kepada mereka.

Lalu bagaimana cara kita menyediakan informasi tentang muslim Palestina sebagai bentuk bantuan kepada mereka. Yang pertama tentu perlu ada jalinan hubungan dengan Palestina meski hanya berupa pengiriman wartawan atau jurnalis ke sana. Sehingga kita mendapatkan informasi yang faktual dan akurat. Setelah itu, baru kemudian kita dapat menyebarkan berita itu melalui sarana-sarana informasi yang ada. Bisa melalui surat kabar, majalah, radio, atau televisi yang berafiliasi kepada Islam. Selain itu, sarana yang paling mudah dan bebas adalah internet. Di sarana ini, semua orang dapat berekspresi semampu yang mereka mau. Saking bebasnya, media informasi banyak mengandung berbagai informasi mulai dari yang Islami hingga yang bejat sekalipun. Penyampaian informasi atau berita tentang Palestina di media massa seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi tentu tak sebebas yang ada di internet dan biasanya telah diolah oleh redaksi media massa yang terkait. Tetapi di internet ada berbagai cara untuk menyediakan informasi tentang Palestina dimana setiap muslim dapat berkontribusi langsung. Kita bisa membuat website-website yang secara khusus menyediakan informasi dan komunikasi dengan muslim Palestina. Atau juga kita bisa menggunakan sarana yang lebih mudah yaitu blog-blog yang disediakan gratis di internet. Bisa juga menyebarkan informasi melalui email, milis, ruang chating, dan forum. Di media yang bernama internet itu, kita dapat menulis semisal artikel atau apa pun yang dapat memberikan dukungan bagi muslim Palestina. Selain itu, kita juga dapat menyediakan video-video perjuangan tentanga mujahidin dan muslim Palestina dalam melawan kekejaman Israel. Sehingga setiap muslim dapat mendownload video tersebut dan menjadi peduli dan bersemangat untuk membantu perjuangan muslim Palestina. Terlepas dari media atau sarana-sarana informasi di atas, ada cara lain yang bisa dilakukan yaitu melalui mading masjid atau sekolah. Cara ini terbilang lebih mudah dan sederhana dibanding melalui sarana-sarana informasi di atas. Tetapi memang sarana informasi ini adalah kepanjangan tangan dari sarana informasi lainnya terkhusus media internet yang tidak semua muslim bisa mengaksesnya. Kita dapat rutin mencari informasi tentang dunia Islam terkhusus Palestina dan lalu menempelkannya di mading masjid atau sekolah, atau institusi lain yang memungkinkan. Cara ini cukup efektif apalagi bagi para muslim yang tidak bisa atau tidak sempat untuk mencari informasi di internet. Akhir kata, bagaimana pun sarana atau cara menyampaikan informasi, selama itu baik, maka keharusan kita membantu muslim Palestina untuk senantiasa memantau dan menyediakan informasi tentang mereka bagi kaum muslimin.

19

Hidup tidak bermewah-mewah

Kita tahu kalau saat ini rakyat Palestina sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka sulit mendapatkan kebutuhan yang seharusnya mudah didapatkan dalam kondisi normal. Bahkan untuk kebutuhan pokok pun mereka sulit memperolehnya. Hidup mereka benar-benar jauh dari kemewahan. Malah mereka sempat mengolah rumput menjadi makanan pokok karena sudah tidak ada lagi makanan yang bisa dikonsumsi. Semua itu diakibatkan oleh penindasan dan isolasi oleh bangsa Israel. Jangankan untuk aktivitas ekspor impor, bantuan saja sulit masuk ke Palestina. Kita sudah menyaksikan sendiri betapa sulitnya bantuan masuk ke negeri itu pada saat tragedi Gaza terjadi. Padahal ketika itu warga Gaza sedang sekarat dan membutuhkan bantuan dari luar. Namun tetap saja, sulit sekali bantuan dari negara-negara yang peduli masuk ke sana. Jadi, lagi-lagi rakyat Palestina harus berjuang sendiri untuk mengatasi penderitaan yang ditanggungnya. Dan mereka harus hidup apa adanya.

Di sisi lain, hidup serba kekurangan dan apa adanya tidak selamanya hanya berbuah keburukan. Terkadang kondisi seperti itu justru menimbulkan semangat untuk bangkit kembali. Itu semua tergantung bagaimana kita menjalani ujian yang telah diberikan oleh Allah SWT. Hal inilah yang kemudian disadari oleh muslim Palestina. Mereka mencoba menjalani ketentuan yang diberikan oleh Allah atas mereka. Mereka berusaha sabar dan berjuang untuk membebaskan diri dari penindasan yang dilakukan oleh Israel. Kekuatan mereka adalah iman dan tawakal. Senjata hanyalah perantara dari keteguhan iman mereka. Buktinya mereka mampu bertahan hingga detik ini dari serangan Israel yang sangat hebat. Tak ada satu senjata pun yang dapat menghancurkan semangat rakyat Palestina. Lihat saja bagaimana Israel mencoba meluluh lantakkan kota Gaza dengan hebatnya. Tapi kota Gaza itu tetap tegak berdiri dengan segala kekokohannya. Bahkan dalam kondisi yang memprihatinkan, Palestina justru mampu melahirkan ribuan anak-anak usia belia yang hafal Al-Qur’an. Padahal sulit sekali di negara muslim yang kondisinya lebih baik untuk menghasilkan anak-anak penghafal Al-Qur’an. Lalu dimana kelemahan negara muslim lain yang lebih makmur dan bahagia dibanding Palestina sehingga sulit melahirkan anak-anak yang hafal Al-Qur’an. Hidup mewah adalah salah satu kelemahan tersebut. Hidup bermewah-mewah membuat muslim lupa dengan Al-Qur’an. Jangankan untuk menghafal AL-Qur’an, membacanya saja jarang sekali mungkin setahun sekali yaitu pada saat bulan Ramadhan. Selebihnya Al-Qur’an adalah pajangan terindah di sudut rumah yang ditaburi harapan sebagai pengusir setan.

Allah sendiri sudah memperingatkan orang-orang yang hidup mewah atau bermewah-mewahan dengan harta dunia. Firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Asy Syu’araa ayat 128;

”Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (bermewah-mewah)”. (Q.S. Asy Syu’araa; 128)

Kemudian dalam surat Al Mu’minuun ayat 64 juga Alah Ta’ala berfirman;

Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong”. (Q.S. Al Mu’minuun; 64)

Dan dalam surat Al Waqi’ah ayat 41-46;

”Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih. Dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar”. (Q.S. Al Waqi’ah; 41-46)

Begitu besar ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang hidup bermewah-mewah. Selain itu juga, hidup bermewah-mewah adalah bukan ciri seorang mukmin. Rasulullah saw juga mengingatkan hal serupa melalui sabdanya;

”Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur)”. (HR. Ath-Thabrani)

Ayat dan hadist di atas sudah cukup kiranya mengingatkan kita agar tidak hidup dalam keadaan bermewah-mewah. Karena itu, sudah sepatutnya kita hidup sederhana dan zuhud terhadap dunia. Tidak bermewah-mewah dan cinta dunia. Toh kita tidak mati bila tidak hidup mewah. Kita tidak akan mati kelaparan atau tubuh kita kurus kering hanya dengan hidup sederhana. Kita disuruh oleh Allah untuk hidup sederhana dan hemat, walaupun kita memiliki kekayaan yang lebih dari cukup. Harta lebih yang dihemat dan tidak kita gunakan itu tidak akan sia-sia. Karena dalam Islam banyak cara untuk menyalurkannya dan merubahnya menjadi pahala yang berlipat ganda sebagai bekal di akhirat nanti. Muslim yang kaya dapat menyedekahkan kelebihan hartanya kepada saudaranya yang membutuhkan. Dan insyaAllah akan lebih berpahala lagi jika harta yang lebih itu disalurkan untuk muslim Palestina. Karena kondisi mereka sangat membutuhkan bantuan. InsyaAllah jika semua muslim yang kaya mau hidup sederhana dan menyisihkan kelebihan hartanya untuk muslim Palestina, mereka tidak akan kekurangan dana untuk membiayai kebutuhan mereka. Bahkan dana tersebut bisa cukup untuk membeli senjata dan peralatan perang, sehingga mereka dapat mengusir orang-orang Yahudi dari tanah mereka. Selain itu, hidup mewah juga dapat membuat muslim cinta akan dunia dan takut mati. Dan ujung-ujungnya akan melupakan akhirat. Hidup sederhana juga dapat melatih setiap muslim untuk hidup apa adanya. Sehingga siap untuk dapat menjalani hidup sebagai mujahidin yang penuh dengan ujian dan kekurangan. Hidup mewah hanya akan memberatkan langkah seorang muslim untuk pergi berjihad. Akhir kata, semoga Allah memberikan kita kesanggupan untuk hidup apa adanya dan jauh dari hidup mewah.

20

Bersatu untuk Palestina

Adalah kenyataan bahwa umat Islam sekarang ini sedang berpecah belah dan tidak bersatu. Saat ini, kita adalah buih yang terombang ambing oleh gelombak ombak laut. Kemana gelombang itu pergi, maka ke arah itulah buih itu mengikut. Hingga bila gelombang menghempas batu karang, maka buih itu pun hancur berantakan dan tak tersisa. Kita telah bercerai berai dan tidak peduli lagi satu sama lain. Masing-masing kita hidup dalam dunia egoisme. Yang terpenting adalah diri sendiri, itulah yang sering terbesit di dalam hati kita. Kita buta atau sengaja buta dan menutup mata terhadap penderitaan saudara muslim yang tertindas. Kita tuli atau sengaja menutup telinga agar tak mendengar keluh kesah saudara muslim yang lain. Dan kita bisu atau sengaja diam tidak mau membela saudara muslim yang tertindas meski hanya dengan lisan. Dan lebih parah adalah hati kita beku atau sengaja beku, tidak mau mencoba merasakan penderitaan saudara muslim di daerah lain. Hati kita telah benar-benar terpisah oleh perbedaan jarak. Sehingga wajar bila sebagian kaum muslimin buta, tuli, dan bisu terhadap tangisan dan jeritan saudaranya, dan hanya diam tak bisa berkata apa-apa.

Saat ini umat Islam dipecah belah oleh musuh-musuhnya melalui banyak cara. Kita dipecah belahkan dengan paham-paham sesat seperti kapitalisme, komunisme, liberalisme, sosialisme, dan isme-isme sesat lainnya. Sehingga timbullah paham-paham sesat baru yang mengatasnamakan Islam seperti Islam kapitalis, Islam kiri, Islam liberal, Islam sosialis, dan lain sebagainya. Padahal Islam menolak dan tidak mengakui sama sekali paham-paham sesat itu. Kemudian umat Islam dipecah belah dan dikotak-kotakkan dengan nasionalisme yang berbentuk negara. Sehingga kaum muslimin di suatu negara hanya akan berjuang untuk negaranya. Maka wajar kiranya masalah Palestina tidak pernah selesai. Lalu kita juga dicerai beraikan dengan sistem demokrasi melalui partai-partainya. Sehingga kita pun rela mati untuk partai tersebut dan rela berperang dengan partai lain yang notabene juga muslim. Padahal empat belas abad yang lalu, Rasulullah saw telah mengingatkan kita tentang hal ini.

”Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah panji (bendera) nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme (golongan) lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah”. (HR. An-Nasaa’i)

Kita juga dicerai beraikan oleh fitnah syubhat dan syahwat yang ada pada kita. Sehingga diantara jama’ah Islam yang sama-sama mengaku berpegang pada Al-Qur’an dan Hadist tidak dapat bersatu. Padahal bila sama-sama berpegang dengan kedua pedoman tersebut, seharusnya umat Islam dapat bersatu seperti pada masa Rasulullah saw. Tetapi yang terjadi sebaliknya, kita betah dengan perpecahan yang ada. Jika seperti ini terus, maka Islam tidak akan bisa tegak. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Asy Syuraa ayat 13;

”Dia Telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama (Islam) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (Q.S. Asy Syuraa; 13)

Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103;

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Q.S. Ali Imran; 103)

Berhubungan dengan ayat di atas, Ali radiyalalhu anhu berkata;

”Janganlah kalian berpecah belah!. Jama’ah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah adzab”

Kemudian Ibnu Katsir juga berkata mengenai ayat diatas;

”Allah telah memerintahkan mereka agar berjama’ah dan melarang mereka berpecah belah. Banyak hadist yang melarang berpecah belah dan memerintahkan untuk berjama’ah dan bersatu”.

Maka tidak ada alasan lagi bagi kaum muslimin untuk bersatu padu dalam rangka membebaskan Palestina dari cengkeraman bangsa Israel. Akan sangat efektif bila dalam melakukan cara-cara lainnya seperti yang dijelaskan sebelumnya, kaum muslimin bersatu dan tidak berpecah belah. Kita bersatu untuk berjihad di Palestina, menggalang dana untuk mereka, mengirim bantuan dan relawan, berjuang di media massa, dan lain-lain. Jika cara-cara tersebut dapat dikoordinasikan dalam satu persatuan, maka itu akan lebih baik dibanding kita melakukannya sendiri-sendiri. Dengan bersatu kekuatan kita menjadi lebih kuat dan insyaAllah tak terkalahkan oleh musuh-musuh kita meski mereka bersatu juga. Kondisi saat ini adalah musuh Islam besatu, sedangkan kaum muslimin bercerai berai., maka habislah kita. Bukankah Rasul saw telah bersabda;

”Dua orang lebih baik dari seorang dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk”. (HR. Abu Dawud)

Permasalahan bangsa Palestina adalah urusan umat Islam sedunia. Ia bukan tanggung jawab satu jama’ah saja, bukan pula tanggung jawab satu partai Islam saja. Tetapi Palestina adalah milik semua kaum muslimin di seluruh dunia tanpa kenal perbedaan fisik, ras, bahasa dan negara. Karena itu tanggung jawab membebaskan Palestina adalah tanggung jawab kaum muslimin semuanya. Beban rakyat Palestina adalah beban kita bersama. Derita mereka adalah derita kita bersama. Maka, tidak ada jalan lain kecuali kita bersatu bila kita ingin memenangkan Palestina. Untuk itu, kaum muslimin harus kembali ke jalan yang satu yaitu jalan Islam yang sebenarnya. Kaum muslimin harus keluar dari jalan lain seperti nasionalisme, liberalisme, atheisme, pluralisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan lain sebagainya. Kemudian pindah ke jalan Islam yang satu yang sesuai dengan petunjuk Allah dan tuntunan Rasul-Nya. Karena jalan-jalan itulah yang telah berhasil memecahkan umat Islam hingga menyebabkan keadaannya menjadi buih di lautan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al An’am ayat 153;

”Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. (Q.S. Al An’am;153)

Lalu lepaskanlah baju-baju kesombongan dan keangkuhan kita untuk kemudian bersatu. Musnahkan syubhat dengan ilmu dan hancurkan syahwat dengan keikhlasan kepada Allah Ta’ala. Sehingga tidak ada lagi penghalang bagi kaum muslimin untuk bersama-sama berjuang terkhusus membebaskan tanah suci Palestina. Buanglah jubah-jubah kebesaran golongan dan partai untuk kemudian kita mengenakan baju yang sama yaitu baju Islam. Bukan masanya lagi bagi kita untuk saling berbangga-bangga dengan golongan dan partai masing-masing. Bahkan diantara partai-partai Islam saling menjelekkan satu sama lain dan tidak takut untuk menumpahkan darah saudaranya. Suatu tindakan yang benar-benar telah jauh dari Islam. Katanya mereka memiliki tujuan yang sama yaitu menegakkan Islam di negeri ini. Tapi tujuan itu tak pernah terwujud, karena sekali lagi partai Islam tak pernah bersatu. Padahal kalau mereka memang memiliki tujuan mulia itu, mereka tinggal menyatukan partai mereka, membuat bendera partai yang satu yaitu di atas syari’at Islam. Maka insyaAllah Islam akan tegak di negeri ini. Jika Islam sudah tegak di pertiwi ini, maka kita dapat mengajak negara muslim yang lain untuk bersama-sama membebaskan Palestina dari tangan-tangan Yahudi. Tetapi itu semua kita kembalikan kepada mereka untuk merenungi diri masing-masing. Begitu juga dengan negara-negara muslim yang ada di dunia ini. Bukan zamannya lagi negara-negara muslim saling berdiam diri dan apatis terhadap bangsa Palestina. Negara-negara muslim itu harus saling memaafkan dan kemudian bersatu menuju pembebasan Palestina yang bersatu. Mereka harus membebaskan dari paham nasionalisme buta yang hanya mengkotak-kotakkan umat Islam dengan batas-batas negara. Lalu mereka harus bersatu melawan Israel dan sekutunya dalam rangka membebaskan Palestina seutuhnya. Pada intinya dan akhirnya kita harus terus berusaha tanpa putus asa dari rahmat-Nya menuju persatuan. Dan berdo’a semoga Allah menganugerahi kaum muslimin persatuan yang sejati di atas petunjuk-Nya.

21

Berdo’a untuk muslim palestina

Berdoa adalah suatu kebutuhan sekaligus kewajiban bagi setiap muslim. Karena pada dasarnya kita sebagai seorang manusia adalah sangat lemah. Kita tidak memiliki suatu kekuatan apa pun selain yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Segala yang kita miliki sekarang ini ialah karena Allah dan semata-mata miliknya. Udara yang kita hirup, sinar matahari yang kita nikmati, air yang kita minum, dan kenikmatan lainnya hanya milik Allah SWT. Bahkan diri kita sendiri merupakan milik Allah dan di akhirat nanti akan dimintai pertanggung jawaban atasnya.

Segala yang ada pada kita, semua itu karena kasih sayang dan rahmat-Nya. Kehidupan kita juga merupakan anugerah yang sangat berharga dari-Nya. Allah menciptakan kita kemudian memberikan kepada kita kehidupan di bumi ini lengkap dengan segala fasilitasnya. Kemudian dalam menjalani kehidupan ini, setiap manusia diberikan ujian. Ujian itu berlaku untuk semua manusia, terkhusus muslim. Ujian itu bisa berupa kesenangan atau kesusahan. Sebagian kita diberikan kekayaan yang pada dasarnya adalah ujian. Sebagian lain diberikan kemiskinan yang juga merupakan suatu ujian. Sebagian kita diberikan kelebihan fisik dan sebagian lain diberikan kekurangan fisik. Kedua-duanya juga merupakan suatu ujian. Penderitaan yang dialami oleh sebagian kaum muslim di beberapa wilayah seperti Palestina juga merupakan ujian dari Allah Ta’ala. Sebenarnya masih banyak lagi contoh ujian yang diberikan kepada kita. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani ujian-ujian sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Dan salah satu cara dalam menjalani ujian itu adalah dengan doa.

Sering kali sebagai muslim kita meremehkan akan peran dan manfaat do’a. Padahal ia memiliki tempat yang istimewa di dalam Islam. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh seorang muslim untuk berdo’a. Misalnya dalam surat Al ’Araaf ayat 55;

”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (Q.S. Al ‘Araaf; 55)

Dalam suatu hadist, Allah juga menyuruh kita berdo’a untuk memohon perlindungan kepada-Nya.

”Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus-menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan”. (HR. Muslim)

Allah menyuruh setiap muslim untuk berdo’a dan hanya meminta kepadanya. Bahkan Dia membenci seorang muslim yang tidak pernah meminta atau berdo’a kepadanya. Sebagaimana hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh imam Ahmad;

”Barangsiapa tidak (pernah) berdo’a kepada Allah maka Allah murka kepadanya”. (HR. Ahmad)

Maka sudah sepatutnya bagi kita sebagai makhluk yang penuh kelemahan untuk senantiasa berdo’a kepada Allah. Karena tidak mungkin bagi kita mengatasi berbagai kelemahan dan masalah dengan kemampuan sendiri. Kita memerlukan sebuah kekuatan yang Maha Dahsyat dan berkuasa atas segala sesuatu yaitu Allah Ta’ala. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk berdo’a, disamping do’a juga memiliki peranan penting bagi setiap langkah kehidupan kita. Ia memiliki tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw;

“Do’a adalah otaknya ibadah”. (HR. Tirmidzi)

Dan juga hadist lainnya yaitu;

”Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do’a”. (HR. Ahmad)

Maka adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk selalu berdo’a kepada Allah, dalam kondisi senang apalagi dalam keadaan sulit. Kita juga wajib berdo’a untuk kepentingan kaum muslimin seluruhnya yang ada di mana saja. Terutama bagi kaum muslimin yang saat ini sedang mengalami penindasan seperti Palestina. Wajib bagi kita mendo’akan mereka supaya kita dapat menolong mereka dan supaya mereka terbebas dari penindasa bangsa Israel. Apalagi bila kita tidak bisa memberikan bantuan apa pun kepada saudara kita di Palestina. Maka paling tidak kita bisa memanjatkan do’a untuk mereka. Meski hanya do’a, tetapi itu sangat penting dalam membantu mereka. Do’a kita dapat meringankan beban mereka, meneguhkan kekuatan mereka, bahkan jika Allah menghendaki, mereka dapat terbebas dari Israel melalui do’a yang kita panjatkan. Kita harus mendo’akan mereka dalam setiap shalat dan ibadah kita. Dalam setiap waktu-waktu yang paling baik untuk berdo’a. Jika do’a sesuai dengan apa yang Allah perintahkan dan sesuai dengan cara-cara yang dicontohnya Rasul-Nya, maka insyaAllah do’a kita tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Bukankah Dia sudah berjanji bahwa akan mengabulkan do’a setiap muslim yang momohon dan meminta kepada-Nya. Allah akan memperkenankan do’a-do’a kita untuk saudara muslim kita di Palestina. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 186;

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al Baqarah 186)

Dalam ayat lainnya juga Allah menandaskan hal yang serupa’

”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Al Mu’min; 60)

Maka berdo’alah sebanyak mungkin bagi saudara kita di Palestina. Berdo’alah sesering mungkin bagi mereka. Berdo’alah untuk keselamatan mereka, untuk kebahagiaan mereka, untuk kepalangan mereka, dan untuk tetap teguh di jalan-Nya. Berdo’alah supaya mereka dimudahkan dalam berjuang membebaskan diri dari penjajahan bangsa Israel. Bantulah mereka meski hanya dengan do’a. Pedulilah terhadap mereka walau hanya dengan do’a. Bila itu yang hanya bisa kita lakukan saat ini.


Referensi :

1]      Al Qur’anul Karim.

2]      Ensiklopedi Hadist Kitab 9 Imam. http://hadist9imam.wordpress.com

3]      Anton Arif Ramdan, S.Si. Rahasia Bisnis Yahudi. Zahra Publishing. Cet.1. Maret 2009

4]      Anton Arif Ramdan, S.Si. Membongkar Jaringan  Bisnis Yahudi di Indonesia. Media Islamika Publishing. Cet.1. Oktober 2009

5]      Ibnul Qayyim Al Jauziyah. Buah Ilmu. Pustaka Azzam. Cet.1. 1992.

6]      Najih Ibrahim, ’Ashim Abdul Majid, dan ’Ishamudin Darbalah. Mitsaq Amal Islami. Pustaka Al-Alaq. Cet. 3. 2005

7]      Al-Qur’an Digital versi 2.1. http://www.alquran-digital.com. Agustus 2004

8]      Sofyan Efendi. Hadist Web. http://opi.110mb.com

9]      http://www.aljazera.com

10]      http://www.eramuslim.com

11]      http://www.islamonline.com

12]  http://www.prestv.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: