Cara 1 – 7

1

Berjihad ke Palestina

Kita memahami bahwa Palestina adalah salah satu bagian dari tubuh umat Islam. Menyakitinya berarti menyakiti hati seluruh kaum muslimin. Negara itulah yang selama ini telah diperjuangkan oleh para pemimpin Islam. Dan negara itulah yang wajib kita rebut ketika ia dirampas oleh orang-orang kafir. Kita juga memahami bahwa saat ini Palestina sedang direbut oleh orang kafir bernama Yahudi. Mereka, bangsa Yahudi itu menindas orang-orang Palestina, bahkan termasuk orang non muslimnya sebagaimana mereka dahulu ditindas oleh Fir’aun, bahkan mungkin lebih kejam dari Fir’aun. Kemudian kita juga memahami bahwa Yahudi berbeda dengan Nasrani. Jika orang-orang Nasrani dikatakan Allah sebagai orang yang tersesat dan bodoh, maka Allah menyebut Yahudi sebagai orang-orang yang dimurkai. Penisbatan sebagai orang yang dimurkai bermakna bahwa mereka pada dasarnya tahu tentang kebenaran, tapi mereka sengaja menentang kebenaran itu. Mereka, bangsa Yahudi itu tahu kalau Islam lah agama yang benar. Namun mereka berusaha menyingkirkan agama yang benar itu dari muka bumi, setelah mereka menyingkirkannya dari hati mereka. Sehingga yang ada di hati mereka hanyalah kebencian dan dendam terhadap Islam dan para pengikutnya. Mereka benci karena nabi terakhir di akhir zaman bukan dari kalangan mereka. Dan mereka dendam karena Islam telah membuat mereka tersingkir dari kota Madinah. Mereka tersingkir dari kota itu bersama kejahatan dan tipu dayanya selama itu terhadap bangsa Arab. Bahkan mereka harus pergi membawa berbagai sistem kehidupan yang telah mereka bentuk seperti ekonomi dan politik.

Lalu sejarah juga mengajari kita bagaimana perilaku dan watak orang-orang Yahudi sebenarnya. Sejarah telah mencatat berbagai pembangkangan bangsa Israel terhadap perintah-perintah Allah SWT sejak bersama Musa. Kemudian pembangkangan itu terus berlanjut kepada nabi dan rasul berikutnya yang juga bertugas untuk mendakwahi mereka. Bangsa Israel itu menolak seruan dari para nabi dan rasul yang diutus untuk mereka. Tak hanya menolak, mereka juga mencemooh, mengejek, bahkan berani membunuh para nabi dan utusan Allah itu. Benar-benar suatu perbuatan yang melampaui batas. Padahal para nabi dan utusa Allah menyampaikan seruan dengan lemah lembut. Dan mereka juga telah menyaksikan puluhan mukjizat dan kesaksian dari para nabi dan rasul. Maka jangan heran jika saat ini, bangsa Israel tidak pernah mau mendengar nasehat dari selain mereka. Karena mereka telah terbiasa menghempaskan nasehat dan seruan dari Allah. Mereka terbiasa dengan berani menolak seruan dan dakwah dari para nabi mereka. Oleh karena itu, bukan hal yang sulit bagi mereka untuk menolak seruan dari bangsa selain mereka yang tidak lain hanyalah manusia biasa. Maka lucu sekali jika ada diantara orang Islam yang menyeru untuk mendakwahi mereka agar berhenti menindas bangsa Palestina kemudian keluar dari wilayah itu. Sepertinya orang yang seperti itu harus mengenal lebih dalam siapa bangsa Israel sebenarnya sebelum mereka mendakwahinya. Ataukah mereka merasa lebih baik daripada nabi dan rasul Allah sehingga merasa sangat yakin dapat mendakwahi kaum Yahudi itu. Apakah mereka tidak memahami bahwa orang-orang Yahudi itu tidak mengenal bahasa seruan lagi.

Jika bangsa Israel tidak lagi mengenal bahasa seruan dan nasehat, lalu bahasa apa yang dapat dimengerti oleh mereka. Jika cara-cara lunak sudah tidak mempan terhadap mereka, maka cara apa lagi yang dapat menghentikan kebiadaban mereka. Cara apa lagi yang dapat dilakukan untuk membebaskan Palestina dari tangan Yahudi. Jawabannya adalah jihad, bukan perdamaian. Ya, jihad adalah satu-satunya cara yang dapat membebaskan Palestina seutuhnya dari tangan Yahudi. Dan jihad jugalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh Israel dan para sekutunya, bukan bahasa perdamaian. Tidak ada cara yang lebih mampu membebaskan Palestina pada hari ini selain jihad mengangkat senjata terhadap Yahudi. Dan tidak ada bahasa lain yang dimengerti oleh Israel selain bahasa jihad. Bukankah Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW telah menandaskan hal ini dan memerintahkan kita untuk menempuh jalan yang bernama jihad itu. Apalagi jika suatu negeri muslim terampas oleh orang-orang kafir, maka hal yang paling dituntut adalah berjihad membebaskannya. Ini sesuai dengan Al-Qur’an, Assunah, dan fatwa-fatwa para ulama yang terpercaya. Dalam banyak firman-Nya, Allah SWT selalu menegaskan syari’at mulia jihad bagi umat Islam. Awalnya Allah mengizinkan kamu muslimin untuk untuk melawan penindasan dari orang-orang kafir. Hal ini tercatat dalam surat Al Hajj ayat 39;

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali Karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S. Al Hajj; 39-40)

Dengan izin itulah kemudian Rasulullah SAW beserta kaum muslimin melakukan berbagai persiapan. Dalam surat lain, Allah juga kemudian menetapkan jihad sebagai salah satu kewajiban umat ini. Dalam surat Al Baqarah ayat 216, Allah berfirman;

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui”. (Q.S. Al Baqarah: 216)

Ayat diatas juga diperkuat dengan ayat lainnya yaitu pada surat At Taubah ayat 73;

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya”. (Q.S. At Taubah:73)

Rasulullah SAW juga tidak pernah jenuh untuk menyerukan jihad kepada umat Islam. Salah satunya adalah melalui sabdanya;

”Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad)”. (HR Bukhari)

Perintah kewajiban jihad inilah yang menjadikan Islam tegak dan tinggi di seluruh penjuru dunia. Jihad jualah yang selalu membela kaum muslimin dimana pun mereka ditindas. Jangankan untuk melawan penindasan yang dahsyat seperti yang terjadi di Palestina saat ini, pelecehan terhadap seorang muslimah dan pembunuhan seorang muslim tanpa alasan yang benar jihad harus ditegakkan. Dahulu pada masa Rasulullah SAW masih hidup, ada seorang muslimah yang dilecehkan oleh orang Yahudi di suatu pasar. Kemudian ada seorang muslim yang membela muslimah tersebut yang berakibat pada kematian muslim yang meolong itu. Berita tentang kejadian itu pun sampai kepada Rasulullah SAW. Dan beliau langsung mengirim pasukan untuk menyerang perkampungan Yahudi itu dan membumi hanguskan mereka. Lalu apa yang terjadi saat ini ketika ratusan muslimah di Palestina dilecehkan. Ribuan pria dan anak-anak dibunuh. Rumah mereka dihancurkan. Perkebunan dan pertanian mereka digusur diganti dengan pemukiman orang-orang Yahudi. Apakah kita langsung membumihanguskan bangsa Israel di sana. Harusnya seperti itu. Tapi kenyataannya umat Islam tidak mampu melakukannya karena mereka sudah asing dengan sebuah kewajiban bernama jihad. Umat Islam sudah lama tidak berjihad bersama para pemimpin mereka, bahkan kita sudah lama tidak memiliki pemimpin sehingga dengan mudahnya dipermainkan oleh penganut agama lain. Umat Islam sudah lama ter-nina bobo-kan oleh makar-makar musuhnya dan tidur terlalu panjang sehingga sulit untuk bangun. Dan ketika bangun, langsung berhadapan dengan todongan senjata di sana-sini. Maka tidak ada tindakan lain yang harus dilakukan oleh umat Islam selain berjihad mengangkat senjata. Melawan senjata-senjata musuh yang telah jutaan kali memuntahkan pelurunya. Adalah logis ketika suatu bangsa mengalami penjajahan dan penindasan, maka mereka melawannya dengan segala kekuatan termasuk mengangkat senjata. Bukankah negara kita, Indonesia, telah merasakan pahitnya penjajahan dan derita penindasan. Kemudian kita mereka dengan teriakan takbir jihad dan mengangkat senjata meski hanya dengan bambu runcing dan senjata rampasan.

Jihad adalah puncak agama ini, Islam. Menjalaninya dapat meninggikan umat ini dan meninggalkannya menyebabkan kehinaan dan menghilangkan kewibawaan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist;

“Bila kalian berjual beli dengan riba, berpegang pada ekor lembu, puas dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad pada jalan Allah, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang tidak akan dicabut sebelum kalian kembali kepada agama kalian!”(HR.Bukhari).

Maka tidak ada cara lain untuk mengembalikan kejayaan umat ini selain jihad. Begitu juga tidak ada jalan lain yang lebih baik untuk membebaskan Palestina selain jihad terhadap orang-orang Yahudi di sana. Karena begitu pentingnya kedudukan jihad dalam agama ini, maka jaminannya adalah surga bagi yang melakukannya dan ancaman bagi yang meninggalkannya apalagi menolaknya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 38 dan 39;

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. At Taubah: 38 dan 39)

Maukah kita menjadi umat yang tergantikan, bukan menjadi umat yang menggantikan. Kita akan menjadi yang tergantikan jika kita meninggalkan perang di jalan Allah. Tergantikan dalam keadaan lemah dan hina. Sedangkan yang menggantikan adalah orang-orang yang Allah ridhai untuk berperang di jalan Allah. Kaum yang jauh lebih baik dari kaum yang tergantikan. Dalam suatu hadist, Rasulullah SAW bersabda;

“Barangsiapa mati sedangkan dia belum pernah berperang dan belum pernah mempunyai harapan untuk berperang, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan”. (HR. Muslim dan Abu Daud)

Begitu besarnya ancaman bagi orang-orang yang meninggalkan dan menolak jihad menandakan betapa pentingnya peran jihad bagi berbagai penyelesaian umat Islam sekarang ini. selain ancaman, Allah juga memberikan balasan yang baik bagi orang-orang yang menempuhnya atau paling tidak memiliki niat untuk melakukannya. Allah SWT membeli jiwa dan harta orang-orang yang berjihad dengan surga. Sebagaimana firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 111;

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah : 111)

Dalam suatu hadist disebutkan Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa berperang pada jalan Allah walaupun hanya sesaat, wajib baginya surga” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Ahmad).

Kemudian Allah juga menampakkan nikmat-nikmat yang diberikan oleh para syuhada (orang yang mati dalam perang di jalan Allah) yang dapat kita saksikan atau kita dengar berupa darah yang wangi tiada dara, tubuh yang tetap utuh meski digempur bom yang dahsyat, malaikat-malaikat yang menjadi pasukan kaum muslimin, serta keajaiban-keajaiban lain yang diluar nalar kita. Karena memang dunia jihad tidak hanya dunia nalar saja, tetapi juga berlaku dunia iman dan hal-hal yang ghoib.

Sudah cukup banyak penjelasan kiranya mengenai jihad ini. Sudah banyak ceramah-ceramah mengenainya. Buku-buku telah ditulis untuk menjelaskannya. Dan bukti-bukti dilapangan sudah cukup pula turut menggambarkan tentang jihad itu sendiri. Sudah saatnya kita menjauh dari kepusingan-kepusingan dialog, diskusi, apalagi forum perdamaian yang tidak pernah terbukti menyelesaikan masalah Palestina terlebih lagi tidak pernah mampu mengembalikan kemerdekaan Palestina. Mengapa kita tidak mengambil langkah jihad yang telah terbukti mampu menyelesaikan masalah kaum muslimin. Sejarah juga mencatat bagaimana dengan jihad kita berhasil merebut Yerusalem dari tangan kristiani. Dengan jihad pula kita dapat menguasai 2/3 dunia selama berabad-abad lamanya. Rakyat Palestina telah menyaksikan bukti itu melalui para mujahidinnya, meski mereka belum dapat mengenyahkan Yahudi seluruhnya. Maka kewajiban kita untuk membantu jihad mereka sehingga mereka mampu melenyapkan para pembangkang bernama Yahudi itu. Dan bukankah sudah ketetapan Allah melalui lisan Rasul-Nya bahwa sebelum kiamat datang umat Islam akan berperang dengan Yahudi sehingga mereka dapat benar-benar ditaklukan. Oleh karena itu, tidak ada cara yang lebih baik dan tepat selain jihad melawan Yahudi dan membebaskana Palestina. Karena bangsa Israel itu hanya mengenal satu kata dan mengerti satu bahasa yaitu jihad.

2

Mempersiapkan diri

Untuk jihad ke Palestina

Setiap perbuatan atau tindakan sudah lumrah memerlukan yang namanya persiapan. Tentu saja sebelum itu adalah niat. Apalagi suatu perbuatan yang mulia bernama jihad, ia memerlukan persiapan serius untuk mewujudkannya. Persiapan yang lebih berat dan kompleks daripada amal lainnya. Persiapan sebelum jihad (i’dad) juga wajib hukumnya seperti hukum jihad itu sendiri. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Anfal ayat ke 60;

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya,” (QS. Al Anfal;60)

Sebelum melakukan persiapan jihad maka yang terpenting adalah niat. Karena tanpa kehadiran niat, tidak mungkin suatu perbuatan dapat terlaksana. Dengan niat suatu perbuatan dapat dilakukan meski secara rela atau terpaksa. Niat dan semangat jihad sangat penting dimiliki oleh setiap muslim, meski pada kenyataannya ia tidak berkesempatan untuk berjihad di jalan-Nya. Allah memandang rendah muslim yang tidak memiliki niat atau keinginan sedikitpun untuk berjihad. Bahkan Allah memasukkannya ke dalam keadaan munafik. Ancaman ini disampaikan-Nya melalui lisan Rasulullah SAW;

“Siapa saja diantara kamu yang mati dan tidak berjihad atau tidak berniat untuk berjihad, maka ia mati dalam keadaan munafik”.(HR Muslim)

Kembali pada persiapan tentang jihad. Persiapan merupakan hal yang sangat ditekankan oleh Allah SWT kepada hambanya sebelum melakukan jihad itu sendiri. Karena kita bukan umat yang melalukan perbuatan tanpa niat dan ilmu. Setelah niat, ilmu memiliki kedudukan yang juga penting. Tak mungkin kita melakukan jihad tanpa ilmu mengenainya. Penekanan persiapan untuk jihad ini difirmankan oleh Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 46;

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”. (Q.S. At Taubah; 46)

Penekanan persiapan ini juga disabdakan oleh Rasul-Nya. Dari Zaid bin Khalid, Rasulullah saw bersabda;

”Barangsiapa yang mempersiapkan dirinya untuk berperang di jalan Allah maka sesungguhnya dia telah berperang.” (HR Bukhori Muslim)

Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah berkata;

“Menyiapkan diri untuk berjihad adalah wajib dengan cara mempersiapkan kekuatan dan kuda tertambat, ketika kewajiban jihad gugur lantaran kelemahan. Sebab sesuatu yang tanpa keberadaannya kewajiban tidak dapat dilaksanakan, maka hal itu menjadi kewajiban pula”.

Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk mempersiapkan diri kita masing-masing secara individu maupun secara berjama’ah. Kita harus mempersiapkan segala keperluan untuk menuju kepada jalan jihad. Baik persiapan ilmu, spiritual maupun persiapan fisik. Bahkan pada awal perjuangan Islam, Allah mewajibkan bagi Rasul dan para pengikutnya untuk menghidupkan malam. Karena perjuangan adalah sesuatu yang berat dan tidak bisa dijalankan dengan setengah hati. Allah berfirman dalam surat Al Muzzammil ayat 1-5;

“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).  (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”. (Q.S. Al Muzzammil; 1-5)

Sebelum berjihad ke Palestina, maka kita harus mempersiapkan diri dengan segala keperluan. Kita harus memahami ilmu jihad itu sendiri. Seperti misalnya kita harus mengetahui cara berjihad, medan jihadnya, mengerti tentang ketaatan kepada pemimpin dalam jihad, dan lain sebagainya. Kita harus belajar bagaimana strategi berperang, menyerang dan bertahan dalam perang. Kita juga harus mengetahui bagaimana menggunakan kekuatan seperti yang dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al Anfal ayat 60. yang dimaksud kekuatan dalam surat itu adalah kekuatan melempar. Termasuk didalamnya melempar tombak, anak panah, peluru, hingga roket. Kita juga tidak menafikan kekuatan lainnya yang mendukung seperti kekuatan finansial, fisik, tekad, dan sebagainya seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang lain. Bagaimana mungkin kita dapat menggunakan berbagai kekuatan melempar tanpa adanya dukungan dana. Kita butuh dana untuk membelinya. Kita juga memerlukan kekuatan fisik untuk menggunakan kekuatan melempar itu dan bertahan di jalan jihad. Allah memuji kaum muslimin yang mau berusaha melatih fisiknya, mampu atau tidak mampu, yang jelas ada usaha daripadanya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW;

“Allah swt lebih mencintai kaum yang beriman lagi kuat daripada kaum yang beriman tapi lemah …”. (HR Muslim)

Persiapan jihad adalah persiapan umum untuk jihad dimana saja. Artinya dimana pun jihad itu berlangsung maka kita memerlukan persiapan. Apakah jihad itu di negeri sendiri ataupun negeri lain, tetap saja memerlukan persiapan yang matang. Tidak boleh sembrono dan asal-asalan. Karena Allah pada dasarnya menyukai jihad yang tersusun rapi, seperti apa yang difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an surat Ash Shaff ayat 4;

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. Ash Shaff; 4)

Begitu juga halnya dengan jihad ke Palestina, setiap muslim dari negara manapun yang ingin berjihad ke sana pasti memerlukan persiapan, baik sendiri-sendiri maupun secara berjama’ah. Kita harus memiliki persiapan yang matang, karena jika tidak kita hanya merepotkan para mujahidin yang ada disana. Perlu ada koordinasi yang rapi antara kelompok jihad seperti Hammas dengan kelompok jihad yang akan datang ke Palestina. Itu dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah baru yang hanya menyebabkan perpecahan. Adapun persiapan yang dapat dilakukan diantaranya adalah;

  1. Belajar tentang ilmu Islam terutama ilmu jihad.
  2. Mempersiapkan spiritual seperti banyak shalat, qiyamul lail, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.
  3. Mempersiapkan fisik seperti olahraga rutin, belajar ilmu beladiri, mendaki gunung, dan latihan fisik lainnya.
  4. Mempersiapkan keterampilan jihad seperti cara melempar, berenang, memanah, berkuda, dan strategi perang.

Sebenarnya masih banyak lagi persiapan lain yang dapat kita lakukan untuk menolong saudara muslim Palestina. Oleh karena itu, bersiaplah untuk menolong saudara kita, muslim Palestina.

3

Memutus hubungan

dengan Israel

Saat ini, Israel adalah bangsa yang memiliki kekuatan lobi yang hebat dan handal. Semua para elit politik telah mengakui hal ini. Karena lobi yang ‘manis’ itulah Israel meski dikecam dunia tetap dapat menjalin hubungan diplomatik dengan banyak negara, bahkan beberapa diantaranya adalah negara muslim. Itu merupakan hubungan yang terlihat jelas. Banyak juga negara-negara di dunia termasuk negara-negara Islam yang tidak memiliki hubungan diplomatik, tapi menjalin hubungan lainnya secara sembunyi dari rakyatnya. Jalinan tersembunyi ini misalnya kerjasama persenjataan dan perdagangan. Dan yang paling banyak adalah jalinan tersembunyi berupa kerjasama perdagangan.

Jika suatu negara menjalin hubungan diplomatik maka sama saja dia mengakui keberadaan negara Israel di tanah Palestina. Karena pada awalnya, Israel tidak memiliki tanah untuk mendirikan negara. Kemudian mereka merampas hak rakyat Palestina atas tanah dan negara mereka. Setelah berhasil merampasnya, Israel memproklamirkan berdirinya negara Israel di tanah Palestina. Lalu setelah berhasil berdiri di tanah suci, Israel menjalin hubungan diplomatik dengan banyak negara. Hubungan diplomatik hanya terjadi antara dua negara yang sah. Tidak mungkin terjadi hubungan diplomatik antara sebuah negara dengan kelompok penjajah yang pada dasarnya tidak memiliki wilayah. Maka dengan kata lain, jika suatu negara mau berhubungan diplomatik dengan Israel, maka negara tersebut mengakui proklamasi berdirinya Israel di tanah Palestina. Dengan terbukanya hubungan diplomatik, maka akan terjalin pula hubungan lainnya mulai dari ekonomi, perdagangan, bahkah hingga militer. Banyak negara yang telah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan diantaranya adalah negara-negara muslim yaitu Yordania, Mauritania, dan Mesir.

Selain menjalin hubungan diplomatik, Israel juga menjalin hubungan perdagangan dengan negara-negara di dunia. Hubungan dagang ini ada yang terlihat jelas karena memang secara terang-terangan. Ada juga yang secara sembunyi-sembunyi mengingat mayoritas warganya adalah muslim yang memiliki solidaritas tinggi terhadap rakyat Palestina yang juga muslim. Hubungan dagang yang dilakukan secara terang-terangan biasanya berlangsung dalam semua sektor seperti sektor pertanian, perkebunan, investasi, industri, dan lain sebagainya. Sedangkan yang secara tersembunyi, hubungan dagang itu berlangsung terbatas hanya pada sektor-sektor tertentu. Misalnya jual beli senjata, pelatihan intelijen, dan ekspor impor bahan mentah. Selain senang terhadap negara yang menjalin hubungan diplomati dengannya, Israel juga bersenang hati dengan negara yang mau menjalin hubungan dagang secara nyata dan terang-terangan. Sementara itu, Israel kurang puas dengan negara-negara yang hanya menjalin hubungan dagang secara tersembunyi dari rakyatnya. Karena itu, mereka terus berusaha untuk melobi negara-negara tersebut untuk memiliki hubungan dagang yang lebih dalam dan terang-terangan. Bahkan mereka juga berusaha untuk menjadikan semua negara yang ada supaya memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun rasa kurang puas Israel di atas dapat terobati melalui sepak terjang para pebisnis beserta perusahaan mereka yang setia dengan perjuangan zionis-Israel. Para pebisnis mereka telah memiliki berbagai perusahaan yang rata-rata bercokol di seluruh negara. Melalui perusahaan-perusahaan itulah, Israel dapat menopang perekonomiannya. Mereka tidak perlu bersusah payah membuat program pertumbuhan ekonomi. Karena mereka telah memiliki banyak pebisnis dan perusahaan yang setiap tahun menyetor milyaran dolar ke Israel. Belum lagi bantuan yang tiada henti mengalir dari sang negara sahabat nan setia bernama Amerika Serikat. Rata-rata para pebisnis mereka hidup di luar Israel, terutama di Rusia dan Amerika Serikat. Walaupun begitu, para pebisnis mereka setia dan peduli  terhadap saudara-sudaranya di Israel meski berbeda kewarganegaraan.

Memutus hubungan dengan Israel adalah salah satu cara yang paling efektif menekannya dan memperlemah kekejaman negara itu terhadap bangsa Palestina. Ini harus dilakukan terkhusus oleh negara-negara muslim yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel seperti Yordania, Mauritania, dan Mesir. Dan juga harus dilakukan oleh negara-negara muslim yang memiliki hubungan perdagangan dengan Israel. Atau perusahaan-perusahaan muslim yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan yang ada di Israel dan perusahaan-perusahaan Yahudi yang ada di mana saja. Bayangkan jika Israel tidak lagi mendapat pasokan minyak, gas, bahan baku, dan dan lain-lain dari negara-negara muslim. Itu akan berdampak cukup signifikan terhadap keberlangsungan bangsa Israel. Karena memang selama ini mereka mendapatkan pasokan energi dan bahan baku sebagiannya dari negara-negara muslim. Sedangkan Amerika Serikat sendiri mendukung Israel lebih kepada uang dan politik. Selebihnya Israel mendapat kebutuhan dari negara-negara muslim, negara barat, ataupun negara komunis yang memiliki hubungan dengan mereka. Pemutusan hubungan negara/perusahaan muslim terhadap Israel akan membuat negara Yahudi itu kelimpungan, atau paling tidak melumpuhkan sebagian kekuatannya. Tindakan pemutusan hubungan dengan Israel juga bisa menjadi dukungan semangat dan solidaritas bagi muslim Palestina. Jika Hugo Chavez saja berani mengusir duta besar Israel dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, kenapa negara-negara muslim tidak mampu melakukannya. Seharusnya negara-negara muslim terutama di kawasan Arab malu karena ternyata Hugo Chavez lebih meng-Arab disbanding para pemimpin Arab sendiri.

4

Membuka jalur masuk

ke Palestina

Masih belum lama kita menyaksikan agresi militer Israel ke kota Gaza, Palestina. Hanya beberapa bulan yang lalu. Masih segar dalam ingatan kita betapa kejam dan membabibutanya agresi militer itu. Ribuan anak-anak dan wanita harus merenggang nyawa karena menjadi target utaman. Ribuan warga lainnya mengalami luka-luka bahkan banyak yang mengalami cacat permanen. Balita-balita tak berdosa pun tidak luput menjadi sasaran senjata Israel yang haus akan darah. Selama beberapa hari pembantaian itu, orang-orang Yahudi itu benar-benar menunjukkan watak aslinya yang panik sekaligus kejam. Panik karena perjuangan bangsa Palestina semakin kuat dari hari ke hari dan kemudian berlanjut kepada sikap mereka yang kejam melalui serangan militer. Agresi militer beberapa bulan kemarin hanyalah salah satu episode dari teater kecongkakan bangsa Yahudi. Mereka sudah memulai teater itu sejak puluhan tahun yang silam. Dan teater itu masih akan berlangsung di tahun-tahun mendatang hingga waktu yang ditentukan Allah. Selain agresi militer ke Gaza, Israel sudah banyak berbuat dosa kepada bangsa Palestina. Selama puluhan tahun mereka mengisolasi Palestina dari dunia luar. Tidak hanya isolasi yang mereka lakukan, mereka bersama dengan sekutunya terutama Amerika Serikat, melakukan embargo ekonomi dan logistik kepada Palestina selama beberapa tahun belakangan. Tak ayal rakyat Palestina pun kelaparan, tak ada makanan apalagi obat-obatan. Ditambah lagi gerak hidup mereka semakin terbatas karena Israel terus membangun tembok-tembok tinggi yang mempersempit wilayah Palestina. Sehingga Palestina pun menjadi penjara terbesar di dunia bagi rakyatnya sendiri.

Kota Gaza sendiri hanya memiliki satu pintu perbatasan yang berhubungan langsung dengan negara lain. Pintu perbatasan itu berbatasan langsung dengan kota Rafah, Mesir. Delapan pintu lainnya berbatasan langsung dengan Israel. Maka tak ada jalur lain bagi rakyat Palestina untuk berhubungan dengan dunia luar selain pintu perbatasan Rafah. Pintu itulah yang menjadi harapan satu-satunya. Namun sangat memilukan sekali pintu tersebut tidak dapat berbuat banyak menjadi sarana penolong bagi warga Gaza pada agresi militer Israel ke kota itu. Karena pintu itu berbatasan dengan negara Mesir yang secara terang-terangan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin peribahasa itulah yang dapat memerikan penderitaan rakyat Palestina. Sedikit sekali bantuan logistik dan obat-obatan yang masuk ke Gaza melalui perbatasan itu. Selain logistik dan obat-obatan yang dibatasi, pintu itu juga digunakan sebagai pintu keluar hanya untuk warga Gaza yang terluka sangat parah atau meninggal saja yang tidak tertampung di rumah sakit yang ada di kota itu. Sepertinya pemerintah Mesir tidak memiliki hati nurani lagi, atau mungkin juga karena sudah dipenuhi lobi-lobi manis Yahudi. Negara Qatar telah membuktikan hal ini. Sebagaimana yang diberikan oleh stasiun televisi Al Jazeera bahwa Qatar harus membawa pulang kembali bantuan untuk Gaza karena sama sekali tidak diizinkan untuk menyalurkan bantuannya melalui pintu perbatasan Rafah. Sungguh-sungguh sikap yang menjengkelkan disamping sangat mengiris hati kita sebagai muslim.

Jalur atau akses ke Palestina sangatlah penting dan berperan signifikan terhadap pertolongan yang ditujukan ke wilayah itu. Bagaimana mungkin kita dapat berjihad ke Palestina tanpa bisa masuk ke sana. Tidak mungkin pula mengirimkan pasukan jihad jika tidak ada jalur yang dapat digunakan masuk ke sana. Bagaimana mungkin pula bantuan dana dan makanan serta obat-obatan dapat masuk ke sana tanpa ada jalur yang dilalui. Oleh karena itu, kita berkewajiban membuka jalur-jalur yang dapat digunakan untuk akses ke Palestina. Kita tidak dapat berharap lagi dengan pintu perbatasan Rafah. Bantuan makanan dan obat saja sangat sulit masuk Palestina melalui pintu perbatasan itu. Apatah lagi bantuan selain itu yang dianggap berbahaya bagi kepentingan Israel. Tidak ada jalan lain selain membuka jalur-jalur khusus dan rahasia demi menyelamatkan saudara muslim kita di Palestina pada khususnya dan rakyat Palestina pada umumnya.

5

Mendanai orang yang pergi

berjihad ke Palestina

Setiap kegiatan yang dilakukan manusia tak terlepas kaitannya dengan uang. Walaupun uang bukan segala-galanya, tetapi alat tukar ini memainkan peranan penting dalam setiap kegiatan kita. Semua manusia mengakui hal ini, dari kalangan manapun, dari ideologi dan agama manapun pasti mengakuinya. Dengan uang seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan uang seseorang dapat membayar semua beban hidup, melunasi hutang, membeli sesuatu yang diinginkannya, dan lain sebagainya. Oleh karena begitu pentingnya uang, banyak sekali orang yang menganggap uang adalah segala-segalanya. Sehingga ia masuk ke dalam perangkap materialisme dan kapitalisme.

Tetapi bagaimanapun, Islam juga menghargai peranan uang. Bahkan uang atau materi banyak disinggung di berbagai ayat dalam Al-Qur’an. Dengan uang, seorang muslim dapat mengenakan pakaian dan perlengkapan shalat yang halal dan baik. Atau juga dapat menunaikan rukun islam yang ke-5 yaitu pergi haji, sehingga sempurnalah rukun Islam yang ditunaikan. Atau juga dengan uang, seorang muslim dapat banyak bersedekah dan berinfak, membantu saudara-saudaranya yang kekurangan, membiayai pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya, dan lain semacamnya. Banyak sekali program-progam dakwah dan jihad yang dapat dilakukan dengan keberadaan makhluk yang satu ini, uang. Apalagi di saat kondisi umat Islam seperti yang sekarang ini dimana butuh banyak sekali dana untuk mencapai tujuan-tujuan mulia. Salah satu ibadah mulia nan tinggi yang memerlukan dana adalah jihad. Tak mungkin kita berjihad tanpa adanya dana sedikitpun. Disinilah kebaikan para aghniya (orang-orang kaya) muslim harus memainkan peranannya. Ia harus mendukung ibadah yang mulia bernama jihad ini. Bila kita menoleh ke masa lalu di awal-awal masa kebangkitan Islam, para aghniya muslim seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Abdurrahman bin Auf, dan yang lainnya memainkan peran yang penting dalam setiap gerak jihad. Karena pada dasarnya, setiap gerak jihad membutuhkan aliran dana. Dari mulai persiapannya hingga perangnya, jihad sekali lagi membutuhkan dana. Disebabkan betapa pentingnya perang dana bagi perjuangan Islam, Allah pun memuji dan membalas orang-orang yang mau berinfak di jalan-Nya dengan balasan yang baik dan banyak. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 261;

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah; 261)

Selain ayat diatas, banyak juga ayat senada lainnya yang memerintahkan untuk menafkahkan sebagian dari harta kita di jalan Allah. Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 121;

“Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. At Taubah; 121)

Dan tidak ada balasan yang lebih besar atas harta yang dinafkahkan pada jalan Allah selain surga-Nya yang luas dan indah. Bahkan Allah menukar harta dan jiwa kita yang pada dasarnya adalah milik-Nya dengan surga-Nya. Kita menjual sesuatu yang bukan milik kita atau dengan kata lain kita berdagang tanpa modal sedikitpun dan kemudian mendapatkan keuntungan besar. Benar-benar suatu perdagangan yang memberikan keuntungan yang besar. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat At Taubah ayat 111;

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (Q.S. A Taubah; 111)

Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu muslim Palestina adalah mendanai atau membiayai seseorang atau kelompok orang yang ingin dan mampu pergi berjihad ke Palestina. Apalagi, jika para aghniya tidak mampu untuk berjihad ke sana maka ia wajib menempuh jalan ini yaitu membiayai orang yang mampu berjihad ke sana. Ini sangat-sangat membantu muslim Palestina. Dan tentu saja pahala yang besar sekali akan didapatkan seperti yang dijelaskan ayat-ayat di atas. Di samping itu, sebagian besar ulama sepakat bahwa jihad pada saat ini hukumnya fardhu ‘ain karena saat ini Islam telah dikoyak-koyak di mana-mana. Syeikh-syeikh Islam hari ini seperti Syeikh Al Bani, Syeikh Abdullah Azzam, Syeikh Ayman Al Zawahiri, dan syeikh-syeikh lainnya sepakat akan hal itu. Maka semua muslim harus membantu tegaknya jihad ini, termasuk di dalamnya adalah mendanai orang atau kelompok orang yang mampu berjihad, terlebih lagi yang berjihad ke Palestina. Membiayai semua keperluan mereka muali dari biaya transportasi, akomodasi, dan perbekalan jihad lainnya. Karena Palestina saat ini benar-benar telah direbut olah Yahudi (Israel) dan muslim di sana benar-benar ditindas.

6

Membela Palestina

Di Internet

Cara lain yang dapat dilakukan untuk membantu muslim Palestina adalah melalui dunia lain yaitu dunia maya atau yang lebih dikenal dengan nama internet. Internet sendiri merupakan hasil dari kemajuan teknologi informasi dewasa ini. Ia juga lahir sebagai hasil dari perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat setelah perang dunia kedua. Kini internet telah menjadi kehidupan kedua setelah kehidupan nyata bagi penduduk bumi ini. Jutaan orang telah menjadi penghuni tetap di dunia baru tersebut. Penghuninya berasal dari wilayah, bangsa, dan bahasa yang berbeda di seluruh dunia. Meski berbeda dan berasal dari wilayah yang berjauhan, para pengguna internet dapat berkomunikasi satu sama lain. Bahkan komunikasi itu bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan atau real time. Para pengguna yang memiliki banyak perbedaan ini juga menyebabkan internet menjadi dunia yang heterogen. Di sana berkumpul orang-orang dengan ideologi yang bermacam-macam mulai dari Islam, liberal, komunis, hingga sekuler sejati. Berbagai macam orang dari agama/keyakinan yang berbeda juga ada di sana seperti Islam, Katolik, Protestan, Yahudi, Hindu, Budha, Konghuchu, Kejawen, dan masih banyak lagi kepercayaan minoritas lainnya. Orang-orang dengan profesi yang berbeda juga ada di dunia yang bernama internet itu. Pengusaha, dokter, pengajar, teknisi, sastrawan, filsuf dan lain-lain turut mewarnai dunia itu. Manusia-manusia yang berbeda ras dan pemikiran, meski otaknya sama-sama sejengkal, saling berkomunikasi melalui berbagai cara atau fasilitas yang tersedia di ranah internet. Mereka dapat berkomunikasi melalui surat elektronik atau email. Selain itu juga dapat membentuk milis (kelompok) email sehingga dapat bertukar informasi dengan lebih dinamis. Mereka juga dapat saling mengunjungi melalui website/situs dan blog. Melalui kedua fasilitas itu mereka juga dapat mengekspresikan diri/kelompok atau memperkenalkan bisnis yang sedang dijalani.ada juga fasilitas chating dimana orang dapat berkomunikasi satu sama lain dalam waktu yang bersamaan walau terpisah jarak yang sangat jauh. Dengan fasilitas-fasilitas yang ada itu mereka dapat berkomunikasi untuk bertukar informasi atau juga berdiskusi tentang isu-isu yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Jutaan isu atau informasi telah dibicarakan di dunia maya, tak terkecuali isu Palestina. Beberapa bulan yang lalu, ada tiga bahan diskusi yang hangat dibacarakan yaitu Obama, Gaza, dan tahun baru. Dua materi diskusi yang pertama memiliki keterkaitan satu sama lain. Sedangkan materi diskusi yang ketiga merupakan materi diskusi yang hangat dibicarakan tiap tahun oleh para penduduk dunia beberapa hari sebelum dan setelah perayaannya. Sebenarnya masalah Palestina sudah sekian tahun lamanya menjadi bahan diskusi di dunia internet. Namun agresi militer brutal ke kota Gaza yang dilakukan oleh Israel, mencuatkan kembali isu tentang Palestina. Tragedi Gaza beberapa bulan yang lalu juga menjadi loncatan drastis bagi masyarakat dunia untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi Palestina yang sebenarnya. Tidak hanya ingin tahu saja, rasa simpati masyarakat dunia tumbuh melebihi waktu sebelum tragedi itu muncul. Walau tetap saja ada masyarkat dunia yang masih terbodohi oleh lisan manis Israel sehingga mereka tetap mendukung Israel atau tidak mau tahu menahu tentang masalah itu. Di dunia internet, fenomena-fenomena seperti itu juga ada. Mereka yang bersimpati memberikan dukungan secara moral ataupun materi kepada rakyat Palstina. Ada yang memberikan dukungan berupa kata-kata, pernyataan, ataupun sumbangan dana. Bahkan ada sebagian hacker yang dengan sukarela menunjukkan solidaritasnya. Solidaritas itu dilakukan dengan menyerang dan merusak situs-situs milik Israel atau pihak-pihak yang mendukungnya. Seorang artis dan pengarang lagu Michael Heart juga menunjukkan rasa simpatinya kepada bangsa Palestina terkhusus warga Gaza. Ia membuat sebuah lagu berjudul Gaza Tonight yang terkenal sampai saat ini. Ia menyebarkan lagu itu di internet dengan harapan mereka yang mendownload atau mendengar lagu itu dapat terketuk pintu hatinya dan kemudian memberikan bantuan konkrit kepada warga Gaza. Tindakan simpati yang ada di internet justru kebanyakan datang dari orang-orang non muslim dan atas nama kemanusiaan, terkhusus tindakan merusak website Israel. Padahal seharusnya, sebagai seorang muslim yang bersaudara, tindakan membela Palestina seperti itu sudah sewajarnya kita yang melakukan. Oleh karena itu, pembelaan Palestina di dunia internet menjadi tuntutan atau kewajiban bagi muslim yang dapat melakukannya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membela saudara kita, Palestina di dunia internet. Mulai dari cara-cara yang biasa hingga yang luar biasa. Adapun cara-cara tersebut diantaranya yaitu;

  1. Membela Palestina dalam setiap diskusi di milis, ruang chating, dan forum-forum diskusi yang ada.
  2. Membuat blog-blog tentang perjuangan Palestina dan dukungan terhadapnya.
  3. Membuat website/situs yang selalu up to date memberitakan tentang perjuangan dan kondisi rakyat Palestina.
  4. Melakukan penggalangan dana bagi rakyat Palestina melalui milis, forum, ruang chating, blog-blog, dan website atau situs.
  5. Menyerang dan merusak situs-situs Israel yang ada. Ini hanya bisa dilakukan oleh para hacker muslim yang memiliki kemampuan ilmu hacking.
  6. Ada beberapa jenis situs yang masih menggunakan kata ‘negara Isael’ dalam mendaftar negara-negara yang ada di dunia. Kita harus mendesak situs-situs seperti itu untuk mengganti kata ‘negara Israel’ dengan kata ‘negara Palestina’, karena sesungguhnya Israel tidak pantas disebut sebagai negara. Ini pernah dilakukan terhadap situs yang sedang terkenal yaitu Facebook. Rakyat Palestina yang ada di luar negaranya dan para simpatisannya mendesak Facebook untuk memasukkan negara Palestina ke dalam daftar pilihan negara yang ada di situs tersebut. Ini sangat penting untuk mendapat pengakuan dunia bahwa Palestina adalah negara berdaulat dan Israel bukanlah negara tetapi bangsa penjajah.

Masih banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai muslim untuk mendukung atau membela perjuangan rakyat Palestina di dunia internet. Tunjukkan kepada para penduduk dunia internet bahwa kita masih memiliki solidaritas tinggi sebagai sesame saudara satu akidah/keyakinan. Tunjukkan juga kepada para penghuni jagad internet bahwa Palestina adalah negara sesungguhnya yang pantas dibela. Sedangkan Israel adalah bangsa penjajah yang merampas tanah sah rakyat Palestina. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan di dunia internet dalam rangka membela saudara-saudara kita di Palestina yang sedang tertindas dan terjajah oleh bangsa Israel.

7

Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah bahasa persatuan umat Islam. Dengannya komunikasi dengan umat Islam lain yang berbeda bahasa negara menjadi lebih lancar. Bahasa ini juga merupakan bahasa yang mulia karena Allah pun menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ar Ra’du ayat 37;

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah”. ( Q.S. Ar Ra’du; 37)

Allah juga menyatakan kitab Al-Qur’an dengan bahasa Arabnya adalah sempurna dan tidak ada kecacatan sedikitpun. Ini dijelaskan dalam surat Az Zumar ayat 28;

“(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa”. (Q.S. Az Zumar; 28)

Ayat diatas juga membantah orang-orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak sempurna dan perlu direvisi. Kitab Al-Qur’an tidak seperti kitab-kita sebelumnya yang tidak terjaga kesuciannya. Bahkan Allah yang langsung menjaga kesucian kita Al-Qur’an. Ada banyak hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Allah mengungkapkan salah satu alasannya dalam surat Fushshilat ayat 44;

“Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (Q.S. Fushshilat; 44)

Hikmah lainnya juga terdapat dalam surat Ibrahim ayat 4;

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Ibrahim; 4)

Begitu juga yang ada dalam Al-Qur’an surat Az Zukhruf ayat 3;

“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)”. (Q.S. Az Zukhruf; 3)

Bahasa Arab adalah bahasa mulia sebagaimana yang dijelaskan ayat-ayat diatas. Ia adalah salah satu kemuliaan bagi umat ini. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita mendapatkan kemuliaan itu dengan mempelajarinya disamping banyak manfaat yang didapat dari mempelajarinya. Dengan belajar bahasa Arab umat Islam dapat lebih mengerti tentang Al-Qur’an itu sendiri. Dan jika sudah lebih mengerti maka insyaAllah, umat ini akan menjadi lebih solid dan memiliki semangat untuk membela muslim Palestina pada khususnya dan seluruh umat Islam pada umumnya. Lebih dari itu, ketika umat ini telah memahami Al-Qur’an dengan baik maka mereka akan tahu bagaimana caranya membela dan merebut kembali wilayah-wilayah Islam yang terampas. Bahasa Arab juga merupakan salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum berjihad. Bagaimana mungkin kita bisa membela saudara kita di Palestina dan wilayah lain serta berjihad bersama mereka jika kita tidak bisa bahasa Arab. Karena itu belajar bahasa Arab menjadi wajib dalam persiapan menuju jihad. Ketika berdiplomasi dengan negara-negara Arab, kepandaian dan kemampuan menggunakan bahasa Arab juga memberikan nilai lebih bagi seorang diplomat. Mungkin masih banyak lagi manfaat yang didapat dari bahasa Arab yang secara langsung atau tidak langsung dapat membantu Palestina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: