Aristoteles adalah seorang ilmuwan dan filsuf yang terkenal di zamannya bahkan hingga saat ini. Ia adalah orang pintar dari negerinya dan dikagumi oleh masyarakatnya. Aristoteles lahir di kota Stagira, wilayah Chalcidice, Yunani. Ia adalah anak dari seorang fisikawan kerajaan. Ketika berusia 17 tahun, ia mulai belajar kepada Plato. Beberapa tahun kemudian, Aristoteles diangkat menjadi guru di Akademi Plato di kota Athena. Ia mengajar di akademi tersebut selama 20 tahun. Setelah Plato meninggal pada tahun 347 SM, Aristoteles meninggalkan Akademi Plato dan pergi ke sebuah kota di Asia Kecil yang terkenal dengan nama Assos. Ketika itu, Assos berada di bawah kekuasaan Hermias, teman Aristoteles. Di tempat ini, Aristoteles menjadi penasehat Hermias. Kisah cintanya pun bersemi di kota ini. Kemudian ia menikahi Phythias, saudara perempuan Hermias dan menetap di sana selama beberapa tahun. Merasakan ketenangan dan kedamaian bersama keluarga yang dicintai. Namun keadaan tersebut segera berubah setelah Assos mendapat serangan dari kerajaan Persia. Ketenangan dan kedamaian telah berubah menjadi kehancuran dan ketakutan. Hermias sendiri ditangkap dan dihukum mati oleh Kerajaan Persia. Dalam keadaan genting ini, Aristoteles dan Phythias serta Alexander (anak Hermias) memutuskan untuk pindah ke ibukota Macedonia, Pella. Di Pella ia mendidik Alexander dan mengajarinya berbagai ilmu. Anak inilah yang nantinya dikenal dengan sebutan Alexander Agung (Alexander The Great).

Aristoteles kembali ke Athena pada saat Alexander, muridnya, berkuasa pada tahun 336 SM. Kemudian Aristoteles mendirikan akademi sendiri yang diberi nama Lyceum. Pendirian akademi ini atas dukungan dan bantuan dari Alexander, sang penguasa sekaligus muridnya. Akademi Lyceum bertahan hingga tahun 323 SM. Pemerintahan Alexander tidak selamanya berjalan mulus dan lancar. Kelompok-kelompok anti-Macedonia terus mengadakan pemberontakan dan perlawanan. Hingga akhirnya Alexander Agung meninggal pada tahun 323 SM. Dan ini membuat para pemberontak semakin leluasa bergerak. Aristoteles menghindar dari perang tersebut dan memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah milik keluarga yang terletak di Euboea. Ia menetap di Euboea selama setahun dan akhirnya meninggal pada tahun 322 SM.

Aristoteles merupakan orang yang cerdas seperti gurunya, Plato. Banyak karya ilmiah yang telah dihasilkannya. Ia pernah membuat kamus filosofi dan ringkasan dari hukum-hukum alam. Aristoteles banyak mengemukakan pemikirannya dalam bidang fisika, astronomi, meteorologi, tumbuhan dan hewan, serta politik. Karya pertamanya berjudul Metaphysicsin. Aristoteles juga menulis tentang etika yang kemudian dikenal dengan Nicimachean Ethics. Nama  Nicomachean diambil dari nama anaknya, Nicomachus. Pemikiran-pemikiran Aristoteles lebih banyak pada bidang biologi (tumbuhan dan hewan).

Aristoteles juga meletakkan dasar pemikiran dalam bidang filosofi kelimuan. Dasar pemikiran itu adalah hubungan sebab akibat (analogi) terhadap suatu masalah. Ia menyatakan bahwa dengan metode ini dapat dengan mudah menjelaskan apa, mengapa, dan dimana sesuatu itu.

Dalam bidang astronomi, Aristoteles juga mampu berpikir dan berkarya. Ia berpendapat bahwa alam semesta ini mempunyai suatu batas, dan berbentuk bulat dengan bumi sebagai pusatnya. Selanjutnya ia mengatakan bahwa daerah pusat alam semesta tersebut terbuat dari empat elemen dasar yaitu tanah, air, api, dan udara. Alam semesta tersebut berputar mengelilingi bumi dengan bentuk lintasan berupa lingkaran. Aristoteles juga mengungkapkan tentang hukum gerak bahwa jika dua benda dijatuhkan dari ketinggian yang sama, maka benda yang berat akan jatuh lebih cepat dan sampai di tanah lebih dahulu.

Dalam psikologi, Aristoteles memberikan pengertian tentang jiwa. Ia menyatakan jiwa adalah sebuah fungsi tubuh  yang terkoordinasi sedemikian rupa sehingga mendukung fungsi vital. Aristoteles juga pernah merancang konstitusi untuk Athena, hanya sebagai sebuah koleksi bukan untuk diterapkan. Ia telah berhasil mengumpulkan koleksi konstitusi dari negara-negara lain sebanyak 158 buah. Aristoteles mempunyai pengaruh yang luar biasa dan karya-karyanya banyak dipelajari oleh para pemikir generasi selanjutnya.

sumber: Islam dan Astronomi. Anton Ramdan. Bee Media Publishing